three-dimensional
Kata three-dimensional memiliki dua penggunaan utama yang sangat berbeda, yaitu dalam konteks fisik dan konteks kiasan. Dalam konteks fisik, kata ini merujuk pada objek yang memiliki tinggi, lebar, dan kedalaman, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai tiga dimensi. Penggunaan ini umum ditemukan dalam bidang geometri, seni, dan teknologi, seperti pada model arsitektur atau film tiga dimensi.
Nuansa Makna Kiasan
Selain makna fisik, three-dimensional sering digunakan secara metaforis untuk menggambarkan karakter atau kepribadian seseorang yang berdimensi luas. Dalam konteks ini, kata tersebut tidak merujuk pada bentuk fisik, melainkan pada kompleksitas psikologis. Karakter yang berdimensi luas adalah karakter yang terasa nyata, memiliki kedalaman emosi, dan tidak bersifat satu dimensi atau klise.
a three-dimensional character: karakter yang berdimensi luas (memiliki kepribadian yang kompleks).
a one-dimensional character: karakter yang dangkal atau terlalu sederhana (lawan kata dari three-dimensional dalam konteks ini).
Perbedaan dengan Istilah Serupa
Penting bagi pembelajar bahasa Inggris untuk membedakan antara three-dimensional dengan complex atau detailed. Meskipun ketiganya bisa diterjemahkan sebagai sesuatu yang rumit atau mendalam, three-dimensional secara spesifik menekankan pada realisme dan kelengkapan berbagai sisi kepribadian sehingga sosok tersebut terasa seperti manusia sungguhan.
Secara tata bahasa, kata ini berfungsi sebagai kata sifat (adjektiva). Perhatikan penggunaan tanda hubung (hyphen) saat kata ini diletakkan sebelum kata benda yang diterangkannya, misalnya three-dimensional space (ruang tiga dimensi).
Meanings
Memiliki atau tampak memiliki tiga dimensi: tinggi, lebar, dan kedalaman
The architect presented a three-dimensional model of the new stadium.
Arsitek itu mempresentasikan model tiga dimensi dari stadion baru tersebut.
Memiliki kedalaman karakter, kompleksitas, atau realisme sehingga tidak menjadi terlalu sederhana atau berat sebelah
The author created a three-dimensional protagonist with conflicting motives and a rich backstory.
Penulis itu menciptakan protagonis yang berdimensi luas dengan motif yang saling bertentangan dan latar belakang yang kaya.