D
Dicread
HomeDictionaryTtail

tail

ekor, bagian belakang, membuntuti

Sebagai kata benda, tail paling umum merujuk pada anggota tubuh yang fleksibel di bagian belakang tubuh hewan. Kata ini juga dapat merujuk pada bagian belakang pesawat terbang atau ujung dari sesuatu yang panjang dan menjuntai. Secara informal, a tail dapat berarti seseorang yang membuntuti orang lain secara diam-diam, biasanya untuk tujuan pengawasan. Sebagai kata kerja transitif, to tail berarti mengikuti seseorang atau sesuatu secara tersembunyi.

đź’¬Casual Conversation

🎬Kubikel IT Brian yang berantakan, sore hari.
Brian

Mark, did you actually finish that network report?

Mark, lu beneran udah nyelesain laporan jaringan itu?

Brian
Mark
Mark

Almost, Brian! Just tying up the tail end of it now, bro.

Dikit lagi, Brian! Tinggal ngerjain bagian akhir-nya aja nih, bro.

đź’ˇ
Frasa `tail end` digunakan untuk merujuk pada bagian paling akhir dari suatu proses atau benda.

Meanings

nounekor

Bagian belakang tubuh hewan yang menjulur melampaui tubuh utamanya

"dog's wagging tail"

ekor anjing yang bergoyang

nounbagian ekor

Bagian belakang pesawat terbang atau kendaraan lainnya

"airplane tail section"

bagian ekor pesawat terbang

nounekor

Bagian akhir dari sesuatu, terutama bagian yang panjang, tipis, atau menjuntai

"comet's fiery tail"

ekor komet yang berapi

nounpenguntit

Seseorang atau kelompok yang mengikuti orang lain, seringkali secara rahasia, seperti dalam pengawasan

"put a tail on someone"

menempatkan penguntit pada seseorang

verb (transitive)membuntuti
[tail someone][tail something]

Mengikuti dan mengamati seseorang atau sesuatu secara rahasia

"tail a suspect"

membuntuti seorang tersangka

Examples

My dog's tail never stops wagging when I walk in.

Ekor anjingku tidak pernah berhenti bergoyang saat aku masuk.

I swear, that shady guy was trying to tail us for blocks!

Sumpah, pria mencurigakan itu mencoba membuntuti kita selama beberapa blok!

Dude, the patrol car's on your tail! Slow down!

Bro, mobil patrolinya ada di belakangmu! Pelan-pelan!

The flight attendant pointed to the plane's tail section for exits.

Pramugari menunjuk ke bagian ekor pesawat untuk menunjukkan pintu keluar.

I saw the meteor, just a fiery tail across the night sky.

Aku melihat meteor itu, hanya sebuah ekor berapi yang melintasi langit malam.

Collocations & Compounds

wag one's tail

menggerakkan ekor ke kiri dan ke kanan, biasanya sebagai tanda kegembiraan pada anjing

Anjing itu menggoyangkan ekornya saat melihat pemiliknya

tail end

bagian paling akhir dari sesuatu

Saya berada di bagian ekor antrean

heads or tails

sisi angka atau gambar pada koin yang digunakan untuk mengambil keputusan secara acak

Mari kita lempar koin, angka atau gambar?

tail section

bagian ekor pesawat terbang

Kerusakan terjadi pada bagian ekor pesawat

put a tail on

menempatkan penguntit untuk mengikuti seseorang secara rahasia

Detektif itu memutuskan untuk menempatkan penguntit pada tersangka

Idioms & Sayings

heads or tails

lempar koin untuk menentukan pilihan antara dua opsi

Mari kita lempar koin, angka atau gambar?

tail between one's legs

pergi dengan perasaan malu, kalah, atau terhina

Dia pulang dengan rasa malu setelah argumen itu

cut off your nose to spite your face (and the tail of that logic)

bagian paling akhir dari sesuatu hal

Aku baru bergabung di bagian ekor acara tersebut

wag the dog (or the tail wagging the dog)

situasi di mana bagian kecil atau tidak penting justru mengendalikan keseluruhan hal

Jangan biarkan masalah teknis kecil ini mengendalikan seluruh proyek kita

Cultural Context

Kisah tentang Ekor: Mengapa Evolusi Mempertahankan (dan Menghilangkan) Bagian Tubuh Ini

Dari perspektif biologis, ekor adalah salah satu alat alam yang paling serbaguna dan menjadi contoh nyata dari adaptasi evolusioner.
Meskipun kita sering menganggapnya sekadar anggota tubuh untuk keseimbangan atau komunikasi—seperti ekor anjing yang bergoyang sebagai tanda kegembiraan—fungsi sebenarnya jauh lebih kompleks dan bervariasi antar spesies.
Dalam kerajaan hewan, ekor sering kali berfungsi sebagai alat multifungsi.
Bagi primata seperti monyet laba-laba, ekor prehensil bertindak sebagai anggota tubuh kelima, memungkinkan mereka mencengkeram dahan dengan sangat kuat saat mencari makan.
Bagi citah, ekor berfungsi sebagai kemudi kecepatan tinggi; saat mengejar mangsa, ayunan cepat ekor memberikan torsi lawan yang diperlukan untuk berbelok tajam secara tiba-tiba tanpa kehilangan momentum atau terguling pada kecepatan enam puluh mil per jam.
Bahkan di alam air, sirip kaudal yang kuat (ekor ikan) adalah mesin penggerak utama, mendorong massa air yang padat untuk melesatkan predator menuju mangsanya.
Namun, muncul sebuah misteri mengenai alasan mengapa manusia kehilangan ekor mereka.
Pada tahap embrio, setiap manusia sebenarnya memiliki ekor vestigial yang kemudian terserap kembali ke dalam tubuh sebelum kelahiran.
Transisi dari leluhur berekor menjadi hominid tanpa ekor kemungkinan besar merupakan kompromi demi kemampuan berjalan tegak dan perkembangan struktur panggul yang kompleks.
Kita menukar keseimbangan yang diberikan oleh ekor fisik dengan stabilitas panggul yang lebar dan kemampuan untuk berjalan dengan dua kaki.
Menariknya, konsep tail telah berpindah dari bidang biologi ke dalam psikologi budaya kita.
Ketika kita berbicara tentang membuntuti seseorang dalam novel atau film detektif, secara metaforis kita menganggap penguntit tersebut sebagai perpanjangan dari targetnya—sebuah bayangan yang tidak bisa dilepaskan.
Baik itu ekor komet yang berapi yang melintasi langit malam atau pengawasan taktis oleh seorang mata-mata, ekor merepresentasikan ujung belakang dari suatu entitas, sebuah kehadiran yang membekas yang menentukan dari mana sesuatu berasal dan ke mana ia akan pergi.

Etymology

Berasal dari bahasa Inggris Kuno tæl, yang berarti bagian belakang tubuh hewan, yang berakar dari Proto-Germanic *tailaz. Kata ini memiliki hubungan kekerabatan (kognat) dengan bahasa Frisia Kuno teel dan bahasa Belanda Tengah stert/tail. Akar katanya berasal dari akar Proto-Indo-European *keil- (memotong atau baji), yang merujuk pada bagian tambahan yang menjulur atau seolah-olah "terpotong" dari massa tubuh utama.

Last Updated: May 24, 2026Report an Error