reelection
Kata reelection digunakan secara spesifik dalam konteks politik atau organisasi untuk menggambarkan proses pemilihan kembali seseorang yang sudah menjabat agar dapat menduduki posisi yang sama untuk periode berikutnya. Kata ini membawa nuansa keberlanjutan kekuasaan atau mandat yang diperbarui dari pemilih.
Nuansa Penggunaan dan Perbandingan
Dalam bahasa Inggris, terdapat perbedaan halus antara reelection dan election. Sementara election adalah istilah umum untuk pemilihan pertama kali atau pemilihan secara umum, reelection secara eksplisit menekankan bahwa kandidat tersebut adalah petahana (incumbent).
Contoh penggunaan yang tepat: The president is seeking reelection (Presiden tersebut sedang mengupayakan pemilihan kembali).
Contoh penggunaan yang kurang tepat jika kandidat adalah orang baru: The newcomer is running for reelection (Salah, karena orang baru tidak bisa dipilih kembali; seharusnya menggunakan election).
Konteks Tata Bahasa
Kata ini merupakan kata benda (noun) yang tidak dapat dihitung (uncountable) ketika merujuk pada konsep proses pemilihan kembali secara umum, namun dapat menjadi kata benda yang dapat dihitung (countable) ketika merujuk pada peristiwa pemilihan tertentu. Perlu diperhatikan bahwa dalam penulisan bahasa Inggris Amerika, kata ini sering ditulis tanpa tanda hubung (reelection), sedangkan dalam beberapa gaya penulisan Inggris Britania, terkadang ditemukan penggunaan tanda hubung (re-election). Keduanya memiliki makna yang identik.
Countable when referring to a specific election event (the 2024 reelection). Uncountable when referring to the general concept or process of being elected again.
Meanings
Tindakan memilih seseorang untuk menduduki suatu jabatan sekali lagi
"The senator is campaigning for his reelection."
Senator itu sedang berkampanye untuk pemilihan kembalinya.