prodigy
Kata prodigy digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki bakat alami yang luar biasa, terutama ketika bakat tersebut muncul pada usia yang sangat muda. Dalam bahasa Indonesia, kata ini paling tepat diterjemahkan sebagai "anak ajaib". Fokus utama dari kata ini adalah pada kontras antara usia yang muda dengan tingkat kemahiran yang biasanya hanya dimiliki oleh orang dewasa yang sudah berpengalaman.
Nuansa Makna dan Perbandingan
Penting untuk membedakan prodigy dengan kata genius. Meskipun keduanya merujuk pada kecerdasan atau kemampuan tinggi, genius lebih menekankan pada kapasitas intelektual yang luar biasa secara umum tanpa memandang usia. Sementara itu, prodigy secara spesifik menekankan pada fenomena "kemunculan dini" dari bakat tersebut. Seseorang bisa menjadi prodigy saat masih anak-anak, dan jika mereka terus berkembang, mereka mungkin akan dikenal sebagai genius saat dewasa.
Contoh penggunaan yang tepat: A piano prodigy (seorang anak ajaib piano).
Contoh penggunaan yang kurang tepat: Menggunakan prodigy untuk orang dewasa yang baru saja menemukan bakatnya di usia tua.
Konteks Penggunaan Lain
Selain merujuk pada manusia, dalam konteks sastra atau sejarah yang lebih kuno, prodigy bisa merujuk pada peristiwa alam yang tidak biasa atau aneh yang dianggap sebagai pertanda atau firasat. Namun, dalam percakapan bahasa Inggris modern, penggunaan ini sangat jarang ditemukan dan hampir selalu merujuk pada individu yang berbakat.
Secara tata bahasa, kata ini adalah kata benda terhitung (countable noun), sehingga dapat digunakan dalam bentuk tunggal maupun jamak.
Meanings
Seseorang, terutama yang masih muda, yang dikaruniai kualitas atau kemampuan luar biasa
"The young piano prodigy performed a complex concerto at age seven."
Prodigi piano muda itu membawakan konserto yang kompleks pada usia tujuh tahun.
Sesuatu yang menakjubkan atau tidak biasa; sebuah pertanda atau firasat
"Ancient historians recorded the solar eclipse as a prodigy that foretold the fall of the empire."
Sejarawan kuno mencatat gerhana matahari sebagai pertanda yang meramalkan jatuhnya kekaisaran.