prior
Kata prior paling sering digunakan sebagai kata sifat untuk menunjukkan bahwa sesuatu terjadi atau ada sebelum hal lain. Dalam bahasa Indonesia, kata ini biasanya diterjemahkan sebagai "sebelumnya". Nuansanya cenderung lebih formal dibandingkan kata before. Jika before sering digunakan sebagai kata depan atau kata sambung, prior hampir selalu berfungsi sebagai kata sifat yang memodifikasi kata benda, atau muncul dalam frasa prior to yang berfungsi sebagai pengganti formal dari before.
Sebagai contoh, penggunaan prior to sangat umum dalam dokumen resmi, kontrak, atau konteks profesional. Alih-alih mengatakan before the meeting, seorang penutur bahasa Inggris formal akan menggunakan prior to the meeting (sebelum rapat).
Perbedaan Makna dan Konteks
Sangat penting bagi pembelajar bahasa Inggris untuk membedakan dua penggunaan prior yang sangat berbeda:
Sebagai Kata Sifat (Umum): Merujuk pada waktu atau urutan. Contoh: prior experience (pengalaman sebelumnya) atau prior knowledge (pengetahuan sebelumnya). Dalam konteks ini, prior menekankan bahwa sesuatu sudah ada sebelum titik waktu tertentu.
Sebagai Kata Benda (Spesifik): Dalam konteks religius atau sejarah, prior merujuk pada jabatan seorang biarawan yang menjadi kepala biara kecil. Ini adalah istilah teknis yang tidak berhubungan dengan urutan waktu.
Kesalahan Umum dan Perbandingan
Salah satu jebakan bagi penutur bahasa Indonesia adalah mencoba menggunakan prior sebagai kata keterangan secara mandiri. Perlu diingat bahwa prior tidak bisa berdiri sendiri untuk menggantikan previously.
❌ Salah: I had seen him prior.
✅ Benar: I had seen him previously. atau I had seen him before.
Selain itu, saat membandingkan dengan previous, prior sering kali membawa konotasi "syarat" atau "keharusan". Misalnya, prior consent (persetujuan sebelumnya) menyiratkan bahwa persetujuan tersebut harus didapatkan terlebih dahulu agar tindakan selanjutnya menjadi sah, sedangkan previous consent hanya sekadar menyatakan bahwa ada persetujuan yang pernah diberikan di masa lalu.
Penggunaan Tata Bahasa
Secara tata bahasa, ketika digunakan dalam frasa prior to, kata to berfungsi sebagai preposisi. Oleh karena itu, setelah prior to, Anda harus menggunakan kata benda (noun) atau gerund (verb-ing).
Contoh: Prior to arriving at the airport... (Sebelum tiba di bandara...)
Contoh: Prior to the announcement... (Sebelum pengumuman tersebut...)
Penggunaan ini jauh lebih kaku dan formal daripada penggunaan before yang lebih fleksibel dalam percakapan sehari-hari.
Countable when referring to the monastic leader (a prior). Uncountable when used as an adjective to describe time or order.
Meanings
Ada atau datang lebih dulu dalam hal waktu, urutan, atau kepentingan
He had no prior experience in marketing.
Dia tidak memiliki pengalaman sebelumnya dalam pemasaran.
Seorang biarawan yang menjadi kepala biara kecil
The prior led the evening prayers.
Sang prior memimpin doa malam.