pragmatist
Kata pragmatist merujuk pada seseorang yang mengutamakan hasil nyata dan kegunaan praktis daripada mengikuti teori, ideologi, atau prinsip yang kaku. Dalam penggunaan sehari-hari, kata ini sering kali memiliki konotasi positif yang menggambarkan efisiensi dan kemampuan beradaptasi terhadap situasi nyata. Namun, dalam konteks tertentu, pragmatist bisa dianggap kurang idealis karena cenderung mengabaikan nilai-nilai moral atau prinsip demi mencapai tujuan yang paling mungkin diraih.
Nuansa Penggunaan dan Perbandingan
Penting untuk membedakan antara pragmatist dengan idealist. Jika seorang idealist berpegang teguh pada visi tentang bagaimana sesuatu seharusnya terjadi (meskipun sulit dicapai), seorang pragmatist akan bertanya, "Apa yang bisa kita lakukan dengan sumber daya yang ada saat ini?".
Contoh penggunaan tepat: He is a pragmatist who prefers a working solution over a perfect theory (Dia adalah seorang pragmatis yang lebih memilih solusi yang berfungsi daripada teori yang sempurna).
Contoh kontras: While the activists were idealists, the politician was a pragmatist (Sementara para aktivis adalah kaum idealis, sang politisi adalah seorang pragmatis).
Konteks Filosofis
Selain penggunaan umum, kata ini juga merujuk pada penganut aliran filsafat pragmatisme. Dalam konteks ini, pragmatist adalah seseorang yang percaya bahwa kebenaran suatu ide diukur dari efektivitas praktisnya dalam dunia nyata. Perlu diperhatikan bahwa dalam bahasa Indonesia, kata "pragmatis" sering kali disalahartikan sebagai sikap "oportunis" atau "asal jadi". Namun, dalam bahasa Inggris, pragmatist lebih menekankan pada logika praktis dan efektivitas, bukan sekadar mencari keuntungan pribadi atau bekerja secara ceroboh.
Secara tata bahasa, kata ini adalah kata benda (noun) yang merujuk pada orang. Jika ingin menggambarkan sifat atau pendekatannya, gunakan kata sifat (adjective) pragmatic.
Meanings
Seseorang yang lebih dipandu oleh pertimbangan praktis daripada idealisme atau teori
He is a pragmatist who focuses on what actually works in the real world rather than following a strict ideology.
Dia adalah seorang pragmatis yang fokus pada apa yang benar-benar berhasil di dunia nyata daripada mengikuti ideologi yang kaku.
Pengikut pragmatisme, sebuah sistem filosofis yang mengevaluasi kebenaran teori atau keyakinan berdasarkan keberhasilan penerapan praktisnya
The professor identified as a pragmatist, arguing that the meaning of a concept lies in its observable effects.
Profesor tersebut mengidentifikasi dirinya sebagai penganut pragmatisme, dengan argumen bahwa makna dari sebuah konsep terletak pada efek yang dapat diamati.