peon
Kata peon memiliki nuansa makna yang sangat spesifik tergantung pada konteks geografis dan sosialnya. Dalam konteks umum atau modern, kata ini sering digunakan secara peyoratif untuk menggambarkan seseorang yang memiliki posisi sangat rendah dalam hierarki organisasi, yang hanya melakukan tugas-tugas rutin tanpa memiliki kekuasaan atau pengaruh. Dalam bahasa Indonesia, ini paling tepat diterjemahkan sebagai kuli (dalam arti kiasan kuli perusahaan), yang menekankan pada status sosial rendah dan kurangnya keterampilan yang dihargai.
Namun, dalam konteks sejarah atau regional Amerika Latin, peon merujuk pada buruh tani yang terikat oleh sistem utang kepada pemilik tanah. Perbedaan utamanya adalah bahwa buruh tani dalam konteks ini tidak sekadar bekerja untuk upah, tetapi terjebak dalam siklus ketergantungan ekonomi yang memaksa mereka tetap bekerja di lahan yang sama.
Meanings
Seseorang dengan status sosial rendah yang melakukan pekerjaan kasar dan tidak terampil dengan upah kecil
He spent years as a corporate peon before finally getting a promotion to manager.
Dia menghabiskan waktu bertahun-tahun sebagai kuli perusahaan sebelum akhirnya mendapatkan promosi menjadi manajer.
Seorang pekerja di Amerika Latin, terutama mereka yang terikat utang kepada pemilik tanah
The estate was worked by dozens of peons who could never pay off their debts.
Perkebunan itu dikerjakan oleh puluhan buruh tani yang tidak pernah bisa melunasi utang mereka.