obsolescence
obsolescence merujuk pada kondisi di mana suatu produk, layanan, atau teknologi tidak lagi digunakan bukan karena kerusakan fisik, melainkan karena adanya alternatif yang lebih baru, lebih efisien, atau lebih menarik. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini paling tepat diterjemahkan sebagai "keusangan". Penting untuk membedakan antara obsolescence dengan wearing out (keausan). Jika wearing out berkaitan dengan kerusakan mekanis atau fisik akibat pemakaian, obsolescence berkaitan dengan hilangnya nilai guna secara fungsional atau psikologis meskipun barang tersebut mungkin masih berfungsi dengan baik.
Nuansa Penggunaan dan Konteks
Kata ini sering muncul dalam konteks ekonomi, industri, dan teknologi. Terdapat konsep yang dikenal sebagai planned obsolescence (keusangan terencana), yaitu strategi manufaktur di mana produk sengaja dirancang dengan masa pakai terbatas agar konsumen terdorong untuk membeli model terbaru. Hal ini sangat umum terjadi pada industri elektronik dan mode.
Contoh penggunaan yang tepat: The rapid obsolescence of software forces companies to update their systems every few years. (Keusangan perangkat lunak yang cepat memaksa perusahaan untuk memperbarui sistem mereka setiap beberapa tahun.)
Perbedaan dengan Istilah Serupa
Bagi penutur bahasa Indonesia, penting untuk tidak tertukar antara obsolescence dengan obsolete. Obsolescence adalah kata benda yang merujuk pada proses menjadi ketinggalan zaman, sedangkan obsolete adalah kata sifat yang mendeskripsikan status sesuatu yang sudah ketinggalan zaman.
obsolescence (kata benda): Fokus pada proses transisi menuju ketidakbergunaan.
obsolete (kata sifat): Fokus pada kondisi akhir di mana sesuatu sudah tidak digunakan lagi.
Secara tata bahasa, obsolescence adalah kata benda tidak terhitung (uncountable noun), sehingga biasanya tidak digunakan dalam bentuk jamak.
Meanings
Proses menjadi ketinggalan zaman atau tidak lagi berguna, sering kali disebabkan oleh pengenalan teknologi baru atau perubahan mode dan preferensi
The rapid obsolescence of early smartphones made them worthless within a few years.
Keusangan yang cepat pada ponsel pintar awal membuatnya tidak bernilai dalam beberapa tahun.