masculinity
masculinity merujuk pada sekumpulan atribut, perilaku, dan peran yang secara sosial dikonstruksikan sebagai karakteristik laki-laki. Kata ini tidak hanya merujuk pada aspek biologis, tetapi lebih kepada ekspektasi budaya tentang bagaimana seorang pria seharusnya bersikap, berpikir, dan merasa.
Nuansa Makna dan Konteks
Dalam penggunaan modern, masculinity sering dibahas dalam konteks sosiologis. Terdapat perbedaan penting antara masculinity yang bersifat umum dengan istilah toxic masculinity. Istilah terakhir merujuk pada standar maskulinitas yang berbahaya atau merugikan, seperti penekanan berlebihan pada dominasi, agresi, dan penolakan terhadap ekspresi emosional.
Contoh penggunaan tepat: traditional masculinity (maskulinitas tradisional) untuk merujuk pada peran gender klasik.
Contoh penggunaan tepat: redefining masculinity (mendefinisikan ulang maskulinitas) ketika membahas perubahan persepsi peran pria di masyarakat.
Perbandingan dengan Istilah Terkait
Berbeda dengan manliness yang cenderung menekankan pada keberanian, kekuatan fisik, atau ketegasan yang dianggap ideal bagi pria, masculinity memiliki cakupan yang lebih luas dan akademis, mencakup seluruh konstruksi identitas gender laki-laki.
Secara tata bahasa, kata ini adalah kata benda tak terhitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dalam bentuk jamak dalam konteks umum.
Uncountable when referring to the general quality of being masculine; countable when discussing different types or versions of the concept, such as toxic masculinity or fragile masculinity.
Meanings
Kualitas atau atribut yang dianggap sebagai karakteristik laki-laki
"He questioned the traditional standards of masculinity."
Dia mempertanyakan standar tradisional maskulinitas.