inflexible
Kata inflexible secara umum menggambarkan sesuatu yang tidak bisa ditekuk atau diubah. Dalam bahasa Indonesia, kata ini memiliki nuansa yang berbeda tergantung apakah ia digunakan untuk benda fisik atau sifat manusia dan sistem.
Nuansa Fisik dan Kiasan
Secara fisik, inflexible berarti kaku atau keras, di mana suatu benda akan patah jika dipaksa membengkok. Namun, penggunaan yang lebih sering ditemukan adalah dalam konteks kiasan untuk menggambarkan kepribadian atau aturan. Saat merujuk pada orang, inflexible memiliki konotasi negatif yang mirip dengan stubborn (keras kepala), namun lebih menekankan pada ketidakmampuan seseorang untuk beradaptasi atau berkompromi dengan situasi baru.
Contoh penggunaan fisik: The dried clay became completely inflexible (Tanah liat yang kering itu menjadi benar-benar kaku).
Contoh penggunaan sifat: An inflexible manager (Manajer yang keras kepala/tidak fleksibel).
Perbedaan dengan Kata Serupa
Penting bagi pembelajar bahasa Inggris untuk membedakan inflexible dengan rigid. Meskipun keduanya sering diterjemahkan sebagai "kaku", rigid cenderung merujuk pada struktur yang sangat kokoh dan tidak bergerak, sedangkan inflexible lebih menekankan pada penolakan untuk berubah atau menyesuaikan diri.
Dalam konteks aturan atau kebijakan, inflexible berarti aturan tersebut diterapkan secara kaku tanpa pengecualian, sehingga tidak ada ruang untuk negosiasi. Hal ini berbeda dengan strict, yang berarti ketat dalam pengawasan atau penegakan, tetapi belum tentu tidak bisa diubah sama sekali.
Kewaspadaan Terhadap Kata Serapan
Dalam bahasa Indonesia, terdapat kata serapan "fleksibel". Perlu diingat bahwa inflexible adalah bentuk antonim (lawan kata) dari flexible. Jangan terkecoh dengan mencoba mencari kata serapan "infleksibel" karena kata tersebut tidak baku dalam bahasa Indonesia. Gunakanlah kata "kaku" atau "keras kepala" untuk menyampaikan makna yang tepat sesuai konteksnya.
Meanings
Tidak dapat dibengkokkan atau dilipat tanpa patah
"The dried clay became completely inflexible."
Tanah liat yang kering itu menjadi benar-benar kaku.
Tidak mau mengubah pikiran, pendapat, atau rencana; teguh pendirian
"The manager was too inflexible to consider any alternative schedules."
Manajer itu terlalu keras kepala untuk mempertimbangkan jadwal alternatif apa pun.
Tidak dapat diubah atau disesuaikan dengan keadaan yang berbeda
"The company's inflexible pricing policy left no room for negotiation."
Kebijakan harga perusahaan yang kaku tidak memberikan ruang untuk negosiasi.