ideologue
Kata ideologue memiliki nuansa makna yang cukup spesifik dan sering kali bergeser tergantung pada konteks penggunaannya. Secara netral, kata ini merujuk pada seseorang yang ahli dalam mengembangkan atau mempromosikan sistem ideologi tertentu. Namun, dalam penggunaan praktis sehari-hari, ideologue lebih sering membawa konotasi negatif.
Nuansa Makna dan Konotasi
Perbedaan utama antara ideologue dan ideologist adalah pada tingkat fleksibilitasnya. Sementara ideologist cenderung dipandang sebagai seorang pemikir atau akademisi yang mempelajari ideologi, ideologue sering kali menggambarkan seseorang yang fanatik atau kaku. Orang yang disebut ideologue dianggap lebih mementingkan kepatuhan terhadap doktrin daripada kenyataan praktis atau logika yang masuk akal.
Contoh penggunaan negatif: He is a rigid ideologue who refuses to see the evidence. (Dia adalah seorang ideolog kaku yang menolak melihat bukti).
Contoh penggunaan netral: The party's chief ideologue drafted the new manifesto. (Ideolog utama partai tersebut menyusun manifesto baru).
Konteks Penggunaan dalam Bahasa Indonesia
Dalam bahasa Indonesia, kata ini biasanya diterjemahkan sebagai "ideolog". Penting bagi pembelajar bahasa Inggris untuk menyadari bahwa ketika kata ideologue muncul dalam artikel berita atau kritik politik, penulis biasanya sedang mengkritik ketidakinginan seseorang untuk berkompromi. Jika Anda ingin menyebut seseorang sebagai pemikir teori politik tanpa konotasi negatif, kata political theorist mungkin lebih aman digunakan daripada ideologue.
Secara tata bahasa, kata ini adalah kata benda terhitung (countable noun), sehingga dapat digunakan dalam bentuk tunggal maupun jamak.
Meanings
Seseorang yang berpegang teguh pada ideologi tertentu tanpa kompromi, sering kali mengabaikan pertimbangan praktis atau bukti yang berlawanan
"The party was led by a rigid ideologue who refused to compromise on any policy."
Partai tersebut dipimpin oleh seorang ideolog kaku yang menolak bernegosiasi dengan oposisi.
Seseorang yang mengembangkan atau mempromosikan sistem gagasan tertentu atau teori politik
Awal abad ke-19 menyaksikan munculnya ideolog sebagai arsitek profesional reformasi sosial.