hypotonic
Nuansa Penggunaan dalam Konteks Biologi dan Kimia
Kata hypotonic paling sering digunakan dalam bidang biologi dan kimia untuk mendeskripsikan larutan yang memiliki konsentrasi zat terlarut lebih rendah dibandingkan dengan larutan lain, biasanya cairan di dalam sel. Dalam kondisi ini, air akan berpindah masuk ke dalam sel melalui proses osmosis, yang dapat menyebabkan sel membengkak atau bahkan pecah.
Sebagai contoh, jika Anda merendam sel darah merah dalam air murni (yang bersifat hypotonic), air akan masuk ke dalam sel hingga sel tersebut meledak. Hal ini sangat berbeda dengan hypertonic (konsentrasi lebih tinggi) atau isotonic (konsentrasi seimbang).
Nuansa Penggunaan dalam Konteks Medis dan Otot
Dalam istilah medis, hypotonic (atau sering disebut hipotonia) merujuk pada kondisi otot yang memiliki tegangan atau tonus yang sangat rendah. Hal ini menyebabkan otot terasa lembek atau lunglai, sehingga penderitanya mungkin kesulitan untuk menjaga postur tubuh atau melakukan gerakan terkoordinasi.
Contoh penggunaan medis: hypotonic muscles (otot yang hipotonik/lemah).
Contoh penggunaan kimia: hypotonic solution (larutan hipotonik).
Perbedaan Istilah yang Perlu Diperhatikan
Bagi pembelajar bahasa Inggris, penting untuk tidak tertukar antara hypotonic dengan istilah hypotension. Meskipun keduanya menggunakan awalan hypo- (yang berarti rendah/kurang), hypotonic berkaitan dengan tekanan osmotik atau tonus otot, sedangkan hypotension secara spesifik merujuk pada tekanan darah rendah. Jangan menggunakan hypotonic untuk mendeskripsikan tekanan darah seseorang.
Meanings
Memiliki tekanan osmotik yang lebih rendah daripada larutan lain, yang biasanya menyebabkan air berpindah ke dalam sel atau jaringan melalui osmosis
"The cells swelled when placed in a hypotonic solution."
Sel-sel membengkak ketika ditempatkan dalam larutan hipotonik.
Ditandai dengan tegangan otot yang rendah secara tidak normal atau penurunan tonus otot
"The infant was diagnosed with hypotonic muscles, resulting in poor head control."
Bayi tersebut didiagnosis dengan otot hipotonik, yang memengaruhi kemampuannya untuk duduk tegak.