green
/ɡɹiːn/
Kata ini membangkitkan hubungan yang kuat dengan alam, pertumbuhan, dan pembaruan. Saat mendeskripsikan warna, kata ini menyiratkan vitalitas, kesegaran, dan suasana luar ruangan.
Dalam konteks manusia, kata ini membawa konotasi ketidakdewasaan atau kurangnya kematangan. Berbeda dengan kata ignorant yang menyiratkan kurangnya pengetahuan, menjadi green menunjukkan bahwa seseorang sekadar baru dalam suatu peran dan belum memperoleh pengalaman praktis.
Dalam konteks sosiopolitik modern, kata ini telah berkembang menjadi istilah singkat untuk keberlanjutan dan tanggung jawab ekologis. Kata ini berfungsi sebagai penanda positif bagi etika terkait planet bumi.
Sebagai kata benda, kata ini merujuk pada ruang komunal, yang membawa nuansa tradisi sipil dan rekreasi di udara terbuka.
Countable when referring to a specific village common or a putting surface in golf ('The town has two greens'). Uncountable when referring to the color itself as an abstract concept ('Green is my favorite color').
Meanings
Warna antara biru dan kuning dalam spektrum; warna rumput atau daun
"The lush green hills of Ireland are famous worldwide."
Bukit-bukit hijau yang subur di Irlandia terkenal di seluruh dunia.
Memiliki sedikit atau tidak ada pengalaman; polos
"The new recruit is still a bit green and needs a lot of guidance."
Rekrutan baru itu masih agak naif dan butuh banyak bimbingan.
Berkaitan dengan perlindungan lingkungan
"Many cities are implementing more green energy policies to combat climate change."
Banyak kota menerapkan lebih banyak kebijakan energi ramah lingkungan untuk memerangi perubahan iklim.
Area berumput di kota atau desa, sering digunakan untuk rekreasi publik
"The villagers gathered on the green for the annual summer fair."
Para penduduk desa berkumpul di lapangan rumput untuk pekanan musim panas tahunan.
Membuat sesuatu menjadi berwarna hijau
"The artist decided to green the landscape of the painting to evoke spring."
Seniman itu memutuskan untuk menghijaukan lanskap dalam lukisannya untuk membangkitkan suasana musim semi.
Examples
I just love how green the trees look after rain.
Aku suka banget melihat betapa hijau pohon-pohon itu setelah hujan.
Wait, why is your skin turning green? Are you sick?
Tunggu, kenapa kulitmu jadi hijau? Kamu sakit?
Is that a green dress or more of a teal?
Itu gaun warna hijau atau lebih ke biru kehijauan?
Look at that green flash on the horizon!
Lihat kilatan hijau di cakrawala itu!
I think I'll paint the bedroom a soft green.
Sepertinya aku akan mengecat kamar tidur dengan warna hijau muda.
He is way too green to lead this entire project.
Dia terlalu naif untuk memimpin seluruh proyek ini.
I was so green when I first started this job.
Aku dulu sangat naif saat pertama kali mulai bekerja di sini.
Don't let some green intern touch the server rack!
Jangan biarkan intern yang masih naif menyentuh rak server!
She is still a bit green, but she learns fast.
Dia masih agak naif, tapi dia belajar dengan cepat.
We need to switch to a more green energy source.
Kita perlu beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Is this packaging actually green or just a marketing lie?
Apakah kemasan ini benar-benar ramah lingkungan atau cuma bohong demi pemasaran?
My whole life is about living a green lifestyle.
Seluruh hidupku adalah tentang menjalani gaya hidup ramah lingkungan.
Stop pretending to be green while flying private jets!
Berhenti pura-pura jadi ramah lingkungan padahal naik jet pribadi!
Let's meet by the village green at noon.
Ayo bertemu di lapangan rumput desa jam dua belas siang.
Who left their dog on the green again?
Siapa lagi yang meninggalkan anjingnya di lapangan rumput?
The kids are playing soccer on the green.
Anak-anak sedang bermain bola di lapangan rumput.
I want to green the background of this photo.
Aku ingin menghijaukan latar belakang foto ini.
We need to green the city with more rooftop gardens.
Kita perlu menghijaukan kota dengan lebih banyak taman atap.