normal
/ˈnɔːməl/
Istilah ini berfungsi sebagai tolok ukur sosial, yang sering kali menyiratkan adanya kesepakatan bersama mengenai apa yang dianggap dapat diterima atau umum dalam kelompok budaya tertentu. Saat digunakan untuk menggambarkan perilaku, kata ini menunjukkan tidak adanya penyimpangan dari rata-rata yang dirasakan, sehingga sering kali menjadi sumber ketenangan dalam konteks medis atau psikologis.
Dalam percakapan sosial, kata ini sering kali membawa beban preskriptif yang halus, di mana label sebagai sesuatu yang normal dapat memvalidasi pengalaman seseorang atau justru meminggirkan mereka yang berada di luar parameter yang diharapkan dalam lingkungan tertentu.
💬Casual Conversation
Is it normal for you to be in the library at 3pm?
Wajar ya kamu ada di perpustakaan jam 3 sore?
Chill out mom, I'm just trying to get my life together.
Santai aja sih Ma, aku cuma lagi mencoba memperbaiki hidupku.
Meanings
Sesuai dengan standar; biasa, tipikal, atau sebagaimana mestinya
"It is normal for children to be curious about the world around them."
Adalah hal yang normal bagi anak-anak untuk merasa penasaran dengan dunia di sekitar mereka.
Examples
The doctor said my heart rate is completely normal.
Dokter mengatakan bahwa detak jantung saya sepenuhnya normal.
Collocations & Compounds
perfectly normal
sangat normal
It is perfectly normal to feel nervous before a first date.
Sangat normal jika merasa gugup sebelum kencan pertama.
normal range
rentang normal
The patient's blood pressure is within the normal range.
Tekanan darah pasien berada dalam rentang normal.
new normal
kenormalan baru
Remote work has become the new normal for many tech employees.
Kerja jarak jauh telah menjadi kenormalan baru bagi banyak karyawan teknologi.
normal behavior
perilaku normal
The vet confirmed that the dog's sleeping pattern is normal behavior.
Dokter hewan mengonfirmasi bahwa pola tidur anjing tersebut adalah perilaku normal.
seemingly normal
tampak normal
The house looked seemingly normal from the outside.
Rumah itu tampak normal jika dilihat dari luar.
Etymology
Berasal dari bahasa Latin Akhir normalis, yang berarti 'tegak lurus', yang berasal dari norma ('penggaris siku' atau 'aturan'), yang berakar dari bahasa Latin norma.
Istilah ini awalnya merujuk pada penggaris siku tukang kayu yang digunakan untuk membuat sudut siku-siku, lalu berkembang dari istilah matematika untuk tegak lurus (garis normal) menjadi makna umum tentang kesesuaian dengan standar atau aturan pada abad ke-19.