cake
/keɪk/
Kata cake utamanya digunakan sebagai kata benda tidak terhitung (uncountable noun) ketika merujuk pada zat atau bagian umum (contoh: I'd like some cake).
Namun, kata ini dapat digunakan sebagai kata benda terhitung (countable noun) saat merujuk pada porsi individu atau jenis kue yang berbeda (contoh: two slices of cake, three different cakes).
Nada penggunaannya umumnya dianggap informal hingga netral. Beberapa frasa seperti a piece of cake bersifat idiomatis dan berarti sesuatu yang sangat mudah.
💬Casual Conversation
That bake sale cake looked like a hot mess. Did you even try it?
Kue bazar itu tampilannya berantakan banget. Lu sempat nyobain nggak sih?
It was fine. Cake is cake when you're drowning in homework.
Ya oke-oke aja kok. Namanya juga kue, lagian gue lagi pusing banget sama tugas sekolah.
Meanings
Hidangan penutup manis yang dipanggang, biasanya terbuat dari tepung, gula, dan telur, serta sering kali dihias
"Birthday cake with candles."
Kue ulang tahun dengan lilin.
Examples
This chocolate cake is divine!
Kue cokelat ini enak banget!
Can you believe she ate half the cake herself?
Kamu percaya nggak dia makan setengah kue-nya sendirian?
I'm so stressed, I just need a huge slice of cake.
Aku stres banget, aku cuma butuh sepotong besar kue.
Did you get the cake for the party tonight?
Sudah beli kue untuk pesta malam ini?
Oh no, I completely forgot the cake for Grandma!
Aduh, aku benar-benar lupa bawa kue untuk Nenek!
This recipe is so easy, it's like cake!
Resep ini gampang banget, kayak makan kue!
He promised me a piece of the cake if I helped.
Dia menjanjikanku sepotong kue kalau aku membantu.
Seriously, a whole cake for just us two?
Serius, satu kue utuh cuma buat kita berdua?
My boss loves getting a bit of cake from me.
Bosku senang sekali kalau diberi sedikit kue dariku.
Is this cake store-bought or homemade?
Kue ini beli di toko atau bikin sendiri?
I swear, my dog is obsessed with cake.
Sumpah, anjingku terobsesi banget sama kue.
He looked at the cake like it was gold.
Dia melihat kue itu seolah-olah itu emas.
My roommate ate my leftover cake again!
Teman sekamarku makan sisa kue-ku lagi!
This is the best carrot cake I've ever had.
Ini adalah kue wortel terenak yang pernah kumakan.
Don't touch that cake; it's for the guests.
Jangan sentuh kue itu; itu untuk para tamu.
He got a slice of the cake for his efforts.
Dia mendapatkan bagian dari kue itu atas usahanya.
I hope they have cake at the conference.
Aku harap ada kue di konferensi nanti.
This is the final cake in the box.
Ini adalah kue terakhir di dalam kotak.
Collocations & Compounds
birthday cake
kue ulang tahun
We sang 'Happy Birthday' around the cake.
wedding cake
kue pernikahan
The bride and groom cut the wedding cake together.
chocolate cake
kue cokelat
She ordered a rich chocolate cake for dessert.
sponge cake
kue spons
The afternoon tea included a delicate sponge cake.
fruit cake
kue buah
My aunt always makes a traditional fruit cake at Christmas.
Idioms & Sayings
a piece of cake
sangat mudah
Don't worry about the test; it'll be a piece of cake.
have your cake and eat it too
menginginkan dua hal yang saling bertentangan secara bersamaan
You can't expect to save money and spend lavishly; you can't have your cake and eat it too.
frosting on the cake
tambahan yang menyenangkan namun tidak wajib
Getting a bonus was nice, but the promotion was the real frosting on the cake.
sell like hot cakes
laku keras/terjual dengan sangat cepat
The new video game is selling like hot cakes.
Cultural Context
The Cake of Kings: A Taste of History and Power
Konsep cake memiliki sejarah yang panjang dan kaya, jauh melampaui sekadar hidangan penutup sederhana. Di Roma kuno, placenta cake adalah hidangan populer berupa kue pipih yang terbuat dari tepung dan keju, diberi rasa madu, lalu dipanggang di atas perisai. Hidangan ini tidak manis seperti kue modern, melainkan merupakan makanan pokok.
Selama berabad-abad, bentuk kue terus berkembang. Penambahan gula, yang saat itu merupakan komoditas berharga, mulai mengangkat status kue menjadi hidangan untuk acara spesial. Jamuan makan malam abad pertengahan sering menampilkan kue-kue mewah, bahkan terkadang menyertakan elemen mengejutkan seperti burung hidup atau patung gula yang rumit. Ini bukan sekadar makanan, melainkan simbol kekayaan dan status sosial.
Tradisi King Cake atau Galette des Rois (Kue Raja) sangatlah menarik. Berasal dari Eropa, kue ini secara tradisional dimakan sekitar hari Epifani untuk merayakan kedatangan Tiga Orang Majus. Sebuah figurin kecil, biasanya bayi yang melambangkan bayi Yesus, disembunyikan di dalamnya. Siapa pun yang menemukan figurin tersebut dalam potongannya akan dinobatkan sebagai 'raja' atau 'ratu' untuk hari itu, menerima keberuntungan dan sering kali memikul tanggung jawab untuk menjadi tuan rumah pertemuan berikutnya.
Tradisi ini mencerminkan psikologi manusia dan struktur sosial. Ini adalah mikrokosmos masyarakat, dengan penguasa sementara yang dinobatkan oleh kebetulan, sebuah sindiran jenaka terhadap takdir dan keinginan akan sedikit kendali atau keberuntungan. Kue itu sendiri menjadi simbol komunitas, perayaan bersama, dan rasa manis dari kemuliaan yang tak terduga, meskipun hanya untuk sehari. Tindakan sederhana berbagi kue dapat menjadi ritual yang kuat, menghubungkan kita dengan tradisi sejarah dan kegembiraan sederhana dari momen manis bersama.