Bayangkan bahasa Inggris itu seperti sekumpulan perkakas untuk menggambarkan dunia di sekitar kita. Ada perkakas untuk menjelaskan tindakan—apa yang orang lakukan. Tapi, bagaimana kalau kita mau menjelaskan keadaan seseorang atau sesuatu? Untuk itu, kita butuh perkakas yang berbeda. Kita perlu cara untuk "menempelkan label" pada subjek, untuk menjelaskan identitas atau kondisinya.
Nah, inilah tugasnya pola kalimat Subject-Verb-Complement (SVC). Pola ini adalah salah satu struktur paling mendasar dalam bahasa Inggris. Dalam pola ini, kata kerjanya (verb) tidak menunjukkan aksi. Sebaliknya, ia berfungsi seperti lem, atau lebih tepatnya lagi, seperti tanda sama dengan (=). Kata kerja ini menghubungkan subjek dengan kata lain yang memberi nama baru atau mendeskripsikannya.
Strukturnya sederhana:
Subjek (hal yang dibicarakan) + Verb (si "tanda sama dengan") + Complement (si "label")
Complement ini "melengkapi" pemahaman kita tentang subjek. Ia memberi tahu kita siapa atau apa subjek itu. Mari kita lihat contohnya.
My sister is an architect.
Kakak perempuan saya `adalah` seorang arsitek.
The coffee smells wonderful.
Kopi ini `beraroma` nikmat.
After years of study, he became a doctor.
Setelah bertahun-tahun belajar, ia `menjadi` seorang dokter.
The children seem quiet today.
Anak-anak itu `tampak` tenang hari ini.
Bukan Cuma 'Be': Keluarga Besar Linking Verb
Kata kerja SVC yang paling terkenal, tidak diragukan lagi, adalah to be (dalam segala bentuknya: am, is, are, was, were). Inilah bentuk paling murni dari kata kerja "tanda sama dengan". Namun, bahasa Inggris punya satu keluarga besar kata kerja spesial ini, yang sering disebut "linking verbs" atau "copulas", yang bisa membentuk kalimat SVC. Memahaminya akan membuat bahasa Inggrismu terdengar jauh lebih alami dan presisi.
Kata kerja ini sering kali bisa dikelompokkan menjadi beberapa grup utama:
- Kata Kerja Keberadaan (Verbs of Being): Ini adalah kata kerja yang menyatakan kondisi keberadaan atau penampakan. Grup ini mencakup
be,seem, danappear. Inilah cara paling langsung untuk melabeli subjek. - Kata Kerja Perubahan (Verbs of Becoming): Ini adalah kata kerja yang menunjukkan perubahan atau transisi dari satu keadaan ke keadaan lain. Contoh umumnya adalah
become,get(it's getting late),grow(he grew tired), danturn(the leaves turned brown). - Kata Kerja Indrawi (Verbs of the Senses): Nah, di sinilah bagian menariknya. Kata kerja seperti
look,feel,smell,sound, dantastebisa menjadi action verb (kata kerja aksi) atau linking verb. Perbedaannya sangat penting. Saat menjadi linking verb, kata-kata ini mendeskripsikan kualitas subjek dan diikuti oleh kata sifat (adjective).- Aksi (SVO): I
tastethe soup. (Di sini, "I" sedang melakukan aksi mencicipi). - Penghubung (SVC): The soup
tastessalty. (Di sini, "tastes" mendeskripsikan kualitas sup tersebut. Sup = asin).
- Aksi (SVO): I
Ini adalah kesalahan umum bagi para pembelajar. Ingat, jika sebuah kata kerja indrawi mendeskripsikan kualitas subjek, maka ia adalah linking verb dan harus diikuti kata sifat (adjective), bukan kata keterangan (adverb). Itulah sebabnya kita mengatakan "She looks beautiful," bukan "She looks beautifully." Kita sedang menempelkan label "beautiful" langsung pada "she". Detail kecil ini adalah penanda kefasihan yang sangat besar.