unselfish
Kata unselfish menggambarkan kualitas seseorang yang secara aktif memilih untuk mengabaikan kepentingan pribadi demi kesejahteraan orang lain. Dalam bahasa Indonesia, kata ini paling tepat diterjemahkan sebagai "tidak mementingkan diri sendiri". Nuansa utamanya adalah kemurahan hati yang didorong oleh empati dan ketulusan, bukan karena kewajiban atau tekanan sosial.
Nuansa Semantik dan Perbandingan
Sering kali terdapat kebingungan antara unselfish dengan selfless. Meskipun keduanya memiliki makna yang sangat mirip, terdapat perbedaan halus dalam intensitasnya. unselfish biasanya merujuk pada perilaku atau sikap yang tidak egois dalam situasi sehari-hari, seperti berbagi makanan atau memberikan waktu untuk membantu teman. Sementara itu, selfless memiliki konotasi yang lebih kuat dan ekstrem, sering kali dikaitkan dengan pengorbanan besar atau kepahlawanan di mana seseorang benar-benar melupakan keberadaan dirinya sendiri demi orang lain.
unselfish: Lebih merujuk pada sikap murah hati dan tidak serakah. Contoh: An unselfish act of sharing a toy (Tindakan tidak mementingkan diri sendiri dengan berbagi mainan).
selfless: Lebih merujuk pada pengorbanan diri yang total. Contoh: A selfless act of saving someone from a fire (Tindakan tidak mementingkan diri sendiri dengan menyelamatkan seseorang dari kebakaran).
Konteks Penggunaan dan Kesalahan Umum
Bagi penutur bahasa Indonesia, penting untuk memahami bahwa unselfish adalah kata sifat yang positif. Jangan tertukar dengan kata-kata yang bermakna negatif terkait egoisme. Dalam bahasa Inggris, awalan un- di sini mengubah makna selfish (egois) menjadi kualitas yang mulia.
Benar: She is very unselfish with her time (Dia sangat tidak mementingkan diri sendiri dengan waktunya).
Salah: Menggunakan unselfish untuk menggambarkan seseorang yang tidak memiliki harga diri atau terlalu lemah sehingga mudah dimanfaatkan. Untuk kondisi tersebut, kata yang lebih tepat adalah submissive atau pushover.
Secara tata bahasa, unselfish adalah kata sifat (adjective) yang dapat digunakan sebelum kata benda atau setelah kata kerja penghubung (linking verb). Kata ini tidak memiliki bentuk jamak karena merupakan kata sifat.