postscript
postscript merujuk pada pesan tambahan yang ditulis setelah bagian utama surat atau dokumen selesai, biasanya diletakkan setelah tanda tangan penulis. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah ini lebih sering dikenal dengan singkatan P.S. (dari bahasa Latin post scriptum). Secara semantik, postscript sering digunakan untuk menambahkan informasi yang terlupakan, memberikan penekanan khusus, atau menambahkan catatan yang sifatnya lebih pribadi atau mengejutkan yang tidak cocok dimasukkan ke dalam badan surat utama.
Nuansa Penggunaan dan Konteks
Dalam korespondensi modern, terutama melalui surel, penggunaan postscript telah bergeser dari sekadar "koreksi karena lupa" menjadi alat retoris untuk menarik perhatian pembaca. Karena letaknya yang terpisah di bagian paling bawah, postscript cenderung lebih menonjol dan sering kali menjadi bagian yang paling diingat oleh penerima.
Contoh penggunaan yang tepat: Menambahkan pengingat kecil seperti P.S. Jangan lupa membawa dokumen tersebut besok! setelah menutup surat secara formal.
Perbedaan dengan catatan kaki: Berbeda dengan footnote yang memberikan referensi atau penjelasan teknis pada kata tertentu di dalam teks, postscript adalah pesan tambahan yang berdiri sendiri di akhir seluruh dokumen.
Kekeliruan Umum dan Padanan Bahasa
Bagi penutur bahasa Indonesia, penting untuk membedakan antara postscript dengan catatan kaki atau lampiran. Meskipun dalam bahasa Indonesia keduanya bisa disebut sebagai "catatan", postscript secara spesifik adalah catatan penutup yang mengikuti tanda tangan.
❌ Salah: Menggunakan postscript untuk merujuk pada daftar dokumen yang dilampirkan (gunakan attachment atau enclosure).
✅ Benar: Menggunakan postscript untuk menambahkan pemikiran terakhir setelah surat ditandatangani.
Secara tata bahasa, postscript adalah kata benda yang dapat dihitung. Namun, dalam praktiknya, penulis jarang menulis kata postscript secara utuh di dalam surat, melainkan menggunakan singkatan P.S. untuk mengawali catatan penutup tersebut.