chaperone
Kata chaperone merujuk pada seseorang yang bertugas mengawasi orang lain, biasanya remaja atau pasangan muda, untuk memastikan bahwa mereka berperilaku sopan dan tidak melakukan hal-hal yang dianggap tidak pantas secara sosial. Dalam budaya Barat, peran ini sangat umum dalam acara sekolah seperti pesta dansa atau perjalanan wisata.
Nuansa Penggunaan
Berbeda dengan kata guardian (wali) yang memiliki ikatan hukum atau keluarga, atau supervisor (pengawas) yang lebih bersifat profesional atau teknis, chaperone lebih menekankan pada pengawasan moral dan etika perilaku. Fokus utamanya adalah menjaga kesopanan dan keamanan dalam situasi sosial.
chaperone: Fokus pada pengawasan perilaku sosial/moral (misalnya, guru yang mengawasi siswa saat berkemah).
guardian: Fokus pada tanggung jawab hukum dan perlindungan jangka panjang.
supervisor: Fokus pada kualitas kerja atau kepatuhan terhadap prosedur teknis.
Konteks Penggunaan
Kata ini dapat digunakan sebagai kata benda untuk menyebut orangnya, atau sebagai kata kerja untuk tindakan mendampingi tersebut. Dalam bahasa Indonesia, tidak ada satu kata tunggal yang mencakup seluruh nuansa chaperone, sehingga sering diterjemahkan sebagai pendamping atau pengawas tergantung konteksnya.
Contoh penggunaan sebagai kata benda: The school requires a chaperone for the field trip (Sekolah mewajibkan adanya pendamping untuk karyawisata).
Contoh penggunaan sebagai kata kerja: Teachers volunteered to chaperone the dance (Para guru menawarkan diri untuk mendampingi acara dansa).
Meanings
Seseorang, biasanya wanita yang lebih tua, yang menemani dan mengawasi sekelompok anak muda, terutama remaja, untuk memastikan perilaku yang sopan selama acara sosial