armor
Kata ini memiliki kaitan yang kuat dengan peperangan abad pertengahan dan baja, yang membangkitkan gambaran tentang kekakuan, berat, dan penutupan menyeluruh. Hal ini menunjukkan adanya penghalang yang secara fisik tidak dapat ditembus, sehingga menciptakan rasa terisolasi antara pemakainya dan ancaman dari luar.
Dalam konteks psikologis modern, istilah ini menggambarkan pertahanan emosional. Ketika seseorang memasang armor (baju zirah), mereka tidak sekadar melindungi diri, tetapi secara sengaja menutup keintiman atau kerentanan agar tidak tersakiti, yang sering kali mengakibatkan sikap yang dingin atau menjauh.
Uncountable when referring to the general material or concept of protection (The tank has thick armor). Countable when referring to a specific set or suit of gear (He owns three different sets of armor).