Kamu lihat story Instagram temanmu. Jam 2 pagi. Mereka lagi di pesta yang kamu nggak diundang. Semua orang tertawa.
Otakmu nggak akan berpikir, "Mungkin ini video lama." Juga nggak akan berpikir, "Mungkin undanganku nggak sampai."
Yang muncul cuma satu pikiran tajam: They must be having fun without me(Pasti mereka lagi seru-seruan tanpaku).
Kata must itu bukan sekadar kata. Itu jalan buntu dalam pikiran. Rasanya seperti sebuah kesimpulan yang langsung terkunci rapat, tanpa ada ruang untuk dibantah. Dalam bahasa Inggris, must dipakai untuk menandakan satu dari dua hal: kepastian logis atau perintah yang penuh tekanan.
Nggak ada jalan keluar.
Dua Mode must
Anggap saja must punya dua channel di walkie-talkie.
Channel 1 adalah Otak Detektif. Ini untuk kesimpulan logis. Kamu lihat buktinya, lalu kamu menyimpulkan satu-satunya kebenaran yang mungkin. Ini bukan fakta, tapi satu-satunya teori yang paling pas.
Channel 2 adalah Suara Otoritas. Ini untuk aturan dan kewajiban yang nggak bisa ditawar. Ini adalah suara orang tua, bos, atau tulisan di papan pengumuman. Isinya tekanan.
The pizza is gone. You must have eaten it.
Pizzanya habis. Pasti kamu yang makan.
You must not tell anyone this secret.
Kamu tidak boleh memberitahu siapa pun rahasia ini.
Beda Sebenarnya: must vs. have to
Nah, ini bagian yang sering salah di buku pelajaran. Katanya must dan have to itu sama. Padahal beda.
Perbedaannya terletak pada sumber tekanannya: dari dalam atau dari luar.
must sering kali merupakan tekanan internal. Ini adalah perasaan, keyakinan pribadi, sesuatu yang kamu putuskan sendiri sebagai hal yang perlu.
have to adalah tekanan eksternal. Ini adalah aturan, hukum, jadwal, atau perintah dari orang lain. Kamu nggak punya pilihan karena sistem di sekitarmu.
I really must clean my apartment this weekend.
Aku benar-benar harus membersihkan apartemenku akhir pekan ini.
I have to clean my apartment this weekend.
Aku harus membersihkan apartemenku akhir pekan ini.
must yang Mulai Menghilang
Ini dia insight pamungkasnya. Dalam bahasa Inggris kasual modern (terutama American English), penggunaan must untuk kewajiban sudah hampir mati.
Menggunakan must untuk memberi perintah atau menyatakan keharusan bisa terdengar kaku, terlalu formal, atau bahkan sedikit sombong. Mengatakan You must finish this(Kamu harus selesaikan ini) rasanya seperti ucapan seorang raja di film. Dalam kehidupan nyata, kita hampir selalu memperhalusnya menjadi You have to finish this(Kamu harus selesaikan ini) atau You need to finish this(Kamu perlu selesaikan ini).
Suara Otoritas dari must sekarang kebanyakan hanya ditemukan di papan pengumuman (All employees must wash hands(Semua karyawan wajib mencuci tangan)) atau dalam dokumen yang sangat formal.
Tapi Otak Detektif? Masih sangat sering dipakai.
Menggunakan must untuk deduksi logis itu sangat umum dan terdengar sangat natural. You must be exhausted(Kamu pasti lelah sekali) adalah ucapan yang hangat dan penuh empati untuk seorang teman. This must be the place(Ini pasti tempatnya) adalah yang kamu katakan saat GPS membawamu ke pintu yang benar.
Aturan Emasnya: Gunakan must saat kamu menjadi detektif yang membuat tebakan kuat berdasarkan bukti. Hati-hati menggunakannya seperti bos yang memberi perintah. Untuk kewajiban sehari-hari, have to adalah senjatamu yang modern dan serbaguna.
I can speak English.
Saya bisa berbicara bahasa Inggris.
I could swim as a child. Could you help me?
Saya bisa berenang waktu kecil. Bisakah Anda membantu saya?
May I come in? It may rain tomorrow.
Bolehkah saya masuk? Mungkin besok akan hujan.
I might go to the party.
Saya mungkin akan pergi ke pesta itu.
She isn't answering. She must be busy.
Dia tidak menjawab telepon. Dia pasti sibuk.
The company shall not be liable for damages.
Perusahaan tidak akan bertanggung jawab atas kerusakan.
You should get more sleep.
Kamu sebaiknya lebih banyak tidur.
I will call you later.
Aku akan meneleponmu nanti.
If I had time, I would travel more. Would you mind?
Jika aku punya waktu, aku akan lebih sering bepergian. Apakah Anda keberatan?