theoretical
/ˌθi.əˈɹɛtɪkəl/
Kata ini menggambarkan suatu keadaan yang ada dalam pikiran atau di atas kertas, bukan dalam realitas fisik. Hal ini menunjukkan tingkat abstraksi di mana logika dan prinsip mengatur hasilnya, sering kali tanpa mempertimbangkan variabel rumit yang ditemukan dalam penerapan di dunia nyata.
Dalam konteks akademik, kata ini bersifat netral atau positif, yang menunjukkan kerangka intelektual yang ketat (contohnya, fisika teoretis). Namun, dalam konteks profesional atau praktis, kata ini sering kali membawa konotasi negatif yang menyiratkan sesuatu yang 'tidak realistis' atau 'terlepas dari kenyataan'.
Berbeda dengan hypothetical (hipotetis), yang merujuk pada skenario imajiner tertentu ("Bagaimana jika X terjadi?"), theoretical (teoretis) mengacu pada pendekatan sistemik berdasarkan hukum atau prinsip yang sudah mapan namun belum diuji atau diterapkan.
Meanings
Berdasarkan atau berkaitan dengan teori suatu subjek daripada praktiknya
"The physicist provided a theoretical explanation for the phenomenon before it could be observed experimentally."
Fisikawan tersebut memberikan penjelasan teoretis untuk fenomena itu sebelum dapat diamati secara eksperimental.
Berdasarkan situasi yang diidealkan atau serangkaian asumsi daripada pengalaman aktual
"While the plan is sound in a theoretical sense, it may face significant practical hurdles during implementation."
Meskipun rencana tersebut terdengar masuk akal secara teoretis, rencana itu mungkin menghadapi hambatan praktis yang signifikan selama implementasi.