theism
theism merujuk pada keyakinan bahwa ada satu atau lebih tuhan yang menciptakan alam semesta dan secara aktif terlibat dalam urusan duniawi. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini diterjemahkan sebagai teisme. Penting untuk dipahami bahwa theism memiliki cakupan yang luas dan tidak terbatas pada satu agama tertentu, melainkan merupakan kategori filosofis dan teologis.
Nuansa Makna dan Perbandingan
Perbedaan utama antara theism dengan konsep serupa terletak pada peran tuhan terhadap alam semesta. Sebagai contoh, theism sangat berbeda dengan deism. Jika theism menekankan tuhan yang personal dan interaktif (seperti menjawab doa atau melakukan mukjizat), deism memandang tuhan sebagai pencipta yang setelah menciptakan alam semesta, kemudian membiarkannya berjalan sendiri berdasarkan hukum alam tanpa campur tangan lebih lanjut.
Selain itu, theism sering dikontraskan dengan atheism (ateisme), yaitu ketiadaan kepercayaan pada tuhan, dan agnosticism (agnostisisme), yaitu pandangan bahwa keberadaan tuhan tidak dapat diketahui atau dibuktikan.
Contoh penggunaan tepat: His commitment to theism guides his moral philosophy (Komitmennya terhadap teisme memandu filosofi moralnya).
Contoh kontras: Menggunakan theism untuk menggambarkan keyakinan pada tuhan yang pasif adalah kurang tepat; dalam konteks tersebut, istilah deism lebih akurat.
Konteks Penggunaan dalam Bahasa Inggris
Dalam diskusi akademis atau teologis, theism sering dibagi menjadi beberapa kategori lebih spesifik. Misalnya, monotheism (monoteisme) untuk kepercayaan pada satu tuhan, dan polytheism (politeisme) untuk kepercayaan pada banyak tuhan. Bagi penutur bahasa Indonesia, penting untuk tidak menyamakan theism hanya dengan agama terorganisir, karena theism adalah posisi filosofis mengenai keberadaan entitas ilahi, terlepas dari apakah orang tersebut mengikuti ritual agama tertentu atau tidak.
Meanings
Kepercayaan pada keberadaan tuhan atau para tuhan, terutama pencipta yang campur tangan dalam alam semesta
His commitment to theism guided his moral philosophy.