sultan
Kata sultan secara primer merujuk pada gelar penguasa berdaulat di berbagai negara Muslim. Dalam konteks sejarah dan politik, kata ini membawa nuansa otoritas absolut dan kemewahan. Bagi penutur bahasa Indonesia, istilah ini sudah sangat akrab karena digunakan dalam struktur pemerintahan beberapa daerah di Indonesia, sehingga tidak ada risiko salah paham secara harfiah.
Nuansa Kiasan dalam Bahasa Inggris
Dalam penggunaan bahasa Inggris modern yang lebih kasual atau metaforis, sultan sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kekayaan luar biasa atau kekuasaan yang sangat besar dalam bidang tertentu, mirip dengan penggunaan kata tycoon atau magnate. Namun, sultan lebih menekankan pada aspek kemewahan yang mencolok dan gaya hidup yang bergelimang harta.
Contoh penggunaan kiasan: He is a sultan of the tech industry (Dia adalah raksasa/tokoh paling berpengaruh di industri teknologi).
Perbedaan Kontekstual
Penting untuk membedakan antara sultan sebagai gelar resmi kenegaraan dengan sultan sebagai deskripsi kiasan. Saat digunakan sebagai gelar, kata ini bersifat formal dan terikat pada protokol budaya tertentu. Saat digunakan secara metaforis, kata ini bisa bermakna positif (kekaguman atas kesuksesan) atau terkadang sedikit sarkastik (menyindir kemewahan yang berlebihan).
Secara tata bahasa, kata ini adalah kata benda terhitung (countable noun), sehingga dapat digunakan dalam bentuk tunggal maupun jamak (sultans) tergantung pada jumlah penguasa yang dirujuk.
Meanings
Penguasa berdaulat atau pemimpin tertinggi di negara Muslim, khususnya di Kekaisaran Ottoman atau Brunei
"The sultan issued a decree to modernize the city's infrastructure."
Sultan mengeluarkan dekrit untuk memodernisasi infrastruktur kota.
Seseorang yang memiliki kekuasaan, pengaruh, atau otoritas besar dalam bidang atau organisasi tertentu
Dalam dunia keuangan tingkat tinggi, dia dianggap sebagai sultan pasar.