stink
/stɪŋk/
Kata stink secara primer digunakan untuk menggambarkan aroma yang sangat kuat, tajam, dan tidak menyenangkan. Dalam bahasa Indonesia, kata ini paling tepat diterjemahkan sebagai "berbau busuk". Berbeda dengan smell yang bersifat netral (bisa berbau harum atau busuk), stink selalu membawa konotasi negatif. Jika sesuatu stinks, maka hal tersebut pasti mengganggu indra penciuman.
Nuansa Semantik dan Penggunaan Metaforis
Selain makna harfiah terkait bau, stink sering digunakan secara kiasan untuk menunjukkan bahwa sesuatu itu sangat buruk, tidak adil, atau tidak menyenangkan. Dalam konteks ini, stink tidak merujuk pada aroma fisik, melainkan pada kualitas atau situasi yang mengecewakan.
Makna Harfiah: The garbage really stinks in this heat (Sampah itu benar-benar berbau busuk karena panas ini).
Makna Kiasan: This whole situation stinks (Seluruh situasi ini sangat buruk/terasa tidak benar).
Perbandingan dengan Kata Serupa
Penting bagi pembelajar bahasa Inggris untuk membedakan stink dengan smell dan reek:
smell: Kata umum untuk aktivitas mencium atau memiliki aroma. Contoh: The flowers smell sweet (Bunga-bunga itu berbau harum).
stink: Fokus pada bau yang busuk atau tidak enak. Contoh: The old fish stinks (Ikan tua itu berbau busuk).
reek: Memiliki intensitas yang lebih kuat daripada stink, sering kali menggambarkan bau yang sangat menyengat hingga memenuhi ruangan atau menempel pada pakaian. Contoh: He reeks of alcohol (Dia berbau alkohol sangat menyengat).
Catatan Tata Bahasa
Kata stink dapat berfungsi sebagai kata kerja (verb) maupun kata benda (noun). Sebagai kata kerja, ia mengikuti aturan konjugasi standar. Sebagai kata benda, a stink bisa merujuk pada bau busuk itu sendiri, atau dalam ungkapan idiomatis make a stink, yang berarti membuat keributan atau protes keras terhadap sesuatu.
Meanings
Mengeluarkan aroma yang kuat dan tidak menyenangkan
The garbage began to stink in the heat.
Sampah itu mulai berbau busuk karena panas.