son
Kata son secara spesifik merujuk pada anak laki-laki dalam konteks hubungan keluarga dengan orang tuanya. Dalam bahasa Indonesia, kata ini paling tepat diterjemahkan sebagai "putra" untuk nuansa formal atau "anak laki-laki" untuk penggunaan sehari-hari.
Nuansa Penggunaan dan Konteks
Berbeda dengan kata boy yang merujuk pada gender dan usia (anak laki-laki secara umum), son menekankan pada hubungan kekerabatan. Seseorang tetap bisa disebut sebagai son meskipun ia sudah dewasa, sedangkan boy biasanya hanya digunakan untuk anak-anak atau remaja.
Contoh tepat: He is my son (Dia adalah putra saya) — menekankan hubungan ayah/ibu dan anak.
Contoh kurang tepat: Menggunakan boy untuk menekankan hubungan keluarga dalam situasi formal.
Penggunaan Metaforis dan Budaya
Dalam konteks religius atau sastra, son sering digunakan untuk menggambarkan keturunan atau pewaris, mirip dengan penggunaan kata "putra" dalam bahasa Indonesia yang memberikan kesan lebih terhormat atau puitis dibandingkan "anak laki-laki".
Selain itu, terdapat ungkapan seperti favorite son yang tidak selalu berarti anak kandung, tetapi bisa merujuk pada seseorang yang sangat dibanggakan oleh daerah asal atau komunitasnya (putra daerah).
Catatan Tata Bahasa
Kata ini adalah kata benda terhitung (countable noun). Bentuk jamaknya adalah sons. Dalam struktur kalimat, kata ini sering diikuti oleh kata sifat kepemilikan (possessive adjective) seperti my son, his son, atau their son untuk memperjelas hubungan keluarga tersebut.
Countable when referring to individual male offspring in a family.
Meanings
Anak laki-laki dalam hubungannya dengan orang tuanya
"He is the only son of a wealthy businessman."
Dia adalah putra tunggal dari seorang pengusaha kaya.