plastic
/ˈplæstɪk/
Kata ini memiliki identitas ganda: satu berakar pada fleksibilitas fisik dan yang lainnya pada kekosongan emosional.
Dalam makna material, kata ini menunjukkan kemampuan adaptasi dan daya tahan. Saat digunakan sebagai kata sifat untuk bahan (seperti tanah liat atau lilin), kata ini menunjukkan kapasitas positif untuk transformasi dan kemudahan untuk dibentuk.
Sebaliknya, ketika diterapkan pada perilaku atau kepribadian manusia, maknanya menjadi sangat negatif. Hal ini membangkitkan perasaan kaku, tidak jujur, dan kurangnya kehangatan yang tulus. Seseorang yang dianggap plastik dipandang sebagai fasad buatan yang tidak memiliki emosi asli.
Dalam konteks lingkungan modern, bentuk kata benda sering kali membawa konotasi polusi dan keabadian—sesuatu yang bertahan jauh lebih lama daripada kegunaannya.
Uncountable when referring to the chemical substance or material in general ('The ocean is full of plastic'). Countable when referring to a specific product made from it ('I bought some plastics for my science project') or various types of synthetic polymers.
Meanings
Bahan sintetis yang terbuat dari polimer yang dapat dibentuk menjadi berbagai bentuk
"The bottle is made of recycled plastic."
Botol ini terbuat dari plastik daur ulang.
Terbuat dari polimer sintetis
"She bought a plastic chair for the garden."
Dia membeli wadah plastik untuk sisa makanan.
Dapat dibentuk atau diubah bentuk dan wujudnya
"The artist worked with a plastic medium to create the sculpture."
Pikiran anak kecil sangat plastis dan terbuka terhadap ide-ide baru.
Buatan, tidak asli, atau kurang memiliki emosi dan ketulusan yang nyata
"The young mind is highly plastic and receptive to new ideas."
Dia menyapa kami dengan senyum palsu yang tidak sampai ke matanya.