parched
Kata parched digunakan untuk menggambarkan kondisi kekeringan yang ekstrem, baik itu pada makhluk hidup maupun benda mati. Nuansa utamanya adalah rasa haus yang sangat hebat atau kondisi yang benar-benar kering karena paparan panas yang intens. Dalam bahasa Indonesia, kata ini bisa diterjemahkan menjadi "sangat haus" untuk manusia, atau "kering kerontang" untuk tanah dan lingkungan.
Nuansa Penggunaan
Perbedaan utama antara parched dengan thirsty adalah tingkat intensitasnya. Jika thirsty hanya berarti haus biasa, parched menyiratkan kondisi yang hampir mencapai titik kritis atau sangat menderita karena kekurangan air. Begitu pula saat mendeskripsikan tanah, parched lebih kuat daripada sekadar dry karena menekankan bahwa kekeringan tersebut disebabkan oleh panas matahari yang membakar.
Contoh penggunaan untuk manusia: My throat is parched (Tenggorokanku terasa sangat kering/haus sekali).
Contoh penggunaan untuk alam: The parched earth cracked under the sun (Tanah yang kering kerontang itu retak di bawah terik matahari).
Perbandingan dengan Kata Serupa
Dalam konteks kekeringan, parched sering dibandingkan dengan arid. Namun, arid biasanya digunakan untuk mendeskripsikan iklim atau wilayah geografis yang secara alami kering (seperti gurun), sedangkan parched lebih merujuk pada kondisi sementara atau hasil dari cuaca panas yang ekstrem pada saat itu.
Secara tata bahasa, parched berfungsi sebagai kata sifat (adjective) yang dapat diletakkan sebelum kata benda atau setelah kata kerja penghubung seperti be atau feel.
Meanings
Merasa sangat haus
"I am absolutely parched after that long hike in the sun."
Aku benar-benar merasa sangat haus setelah pendakian panjang di bawah terik matahari itu.
Mengering karena panas yang ekstrem, terutama merujuk pada tanah atau kulit
"The parched earth cracked under the relentless summer heat."
Tanah yang kering kerontang itu retak akibat panas musim panas yang tak henti-hentinya.