obscene
Kata obscene memiliki nuansa yang sangat kuat dan biasanya membawa konotasi negatif yang ekstrem. Penggunaan utamanya berkaitan dengan hal-hal yang melanggar norma kesopanan, moralitas, atau standar sosial, terutama dalam konteks seksual. Dalam bahasa Indonesia, kata ini sering diterjemahkan sebagai "cabul" atau "porno", namun cakupannya lebih luas daripada sekadar konten seksual.
Nuansa Makna dan Konteks
Selain konteks seksual, obscene digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang sangat menjijikkan atau mengerikan sehingga sulit untuk diterima oleh akal sehat atau perasaan. Selain itu, kata ini sering digunakan secara metaforis untuk menggambarkan jumlah yang sangat tidak wajar atau tidak adil, seperti harga yang terlalu mahal atau gaji yang terlalu tinggi.
Konteks Seksual: Mengacu pada sesuatu yang tidak senonoh. Contoh: obscene language (bahasa kotor/cabul).
Konteks Moral/Keadilan: Mengacu pada sesuatu yang berlebihan hingga terasa tidak etis. Contoh: obscene wealth (kekayaan yang berlebihan/tidak wajar).
Konteks Visual/Kondisi: Mengacu pada sesuatu yang sangat buruk atau menjijikkan. Contoh: obscene conditions (kondisi yang menjijikkan).
Perbandingan dengan Kata Serupa
Perlu diperhatikan perbedaan antara obscene dengan vulgar. Sementara vulgar cenderung merujuk pada kurangnya kelas, pendidikan, atau tata krama (kasar/kampungan), obscene jauh lebih berat karena menyiratkan pelanggaran moral atau standar hukum yang serius. Jika vulgar mungkin hanya dianggap tidak sopan, obscene sering kali dianggap tabu atau bahkan ilegal.
Secara tata bahasa, obscene adalah kata sifat yang dapat digunakan sebelum kata benda atau setelah kata kerja penghubung. Tidak ada bentuk jamak karena merupakan adjektiva.
Meanings
Melanggar standar kesopanan atau moralitas, terutama dalam hal seksual
"The magazine was banned for publishing obscene photographs."
Majalah tersebut dilarang karena menerbitkan foto-foto cabul.
Menyinggung perasaan atau sangat menjijikkan
"The conditions in the refugee camp were absolutely obscene."
Kondisi di kamp pengungsian itu benar-benar menjijikkan.
Jauh melampaui apa yang dianggap wajar, adil, atau dapat diterima, biasanya terkait jumlah atau harga
"The CEO received an obscene bonus despite the company's losses."
CEO tersebut menerima bonus yang berlebihan meskipun perusahaan mengalami kerugian.
Menggunakan bahasa yang kasar atau tidak sopan
"He let out an obscene shout when he dropped the heavy box on his foot."
Dia mengeluarkan teriakan kotor saat menjatuhkan kotak berat itu ke kakinya.