obelisk
obelisk merujuk pada monumen batu tunggal yang tinggi, ramping, dan memiliki empat sisi yang menyempit ke atas hingga membentuk puncak piramida kecil. Secara historis, benda ini sangat identik dengan peradaban Mesir Kuno, di mana ia berfungsi sebagai simbol keagamaan atau penanda pintu masuk kuil yang didedikasikan untuk Dewa Matahari.
Nuansa Penggunaan
Dalam bahasa Inggris, obelisk memiliki konotasi kemegahan, keabadian, dan peringatan. Meskipun saat ini banyak monumen peringatan modern yang berbentuk pilar tinggi, istilah obelisk secara spesifik digunakan jika bentuknya memiliki puncak piramida (pyramidion). Jika pilar tersebut memiliki bagian atas yang datar atau berbentuk bulat, maka istilah column atau pillar lebih tepat digunakan.
Contoh penggunaan tepat: The Washington Monument is a massive stone obelisk. (Monumen Washington adalah sebuah obelisk batu yang masif.)
Contoh penggunaan kurang tepat: Menggunakan obelisk untuk menyebut tiang listrik atau pilar bangunan biasa yang tidak memiliki puncak piramida.
Konteks Budaya dan Terjemahan
Dalam bahasa Indonesia, kata ini sering diterjemahkan sebagai "obelisk" (kata serapan) atau "tugu" jika konteksnya adalah monumen peringatan secara umum. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua "tugu" adalah obelisk. Tugu adalah istilah umum untuk monumen, sedangkan obelisk adalah bentuk arsitektur yang sangat spesifik. Oleh karena itu, saat menerjemahkan ke bahasa Inggris, pastikan bentuk fisiknya memang menyerupai pilar runcing sebelum menggunakan kata obelisk.
Secara tata bahasa, kata ini adalah kata benda yang dapat dihitung (countable noun), sehingga dapat digunakan dalam bentuk jamak obelisks.
Meanings
Monumen tinggi, bersisi empat, dan menyempit yang berakhir dengan bentuk seperti piramida di bagian atas
"The city square is dominated by a granite obelisk."
Alun-alun kota didominasi oleh sebuah obelisk granit untuk memperingati para prajurit yang gugur.
Pilar batu jenis yang digunakan di Mesir kuno sebagai simbol keagamaan atau untuk menandai pintu masuk kuil
Para arkeolog menemukan sebuah obelisk yang terfragmentasi terkubur di bawah pasir kuil.