lizard
Kata lizard secara primer merujuk pada kelompok reptil bersisik yang memiliki karakteristik fisik tertentu. Dalam bahasa Indonesia, kata ini diterjemahkan sebagai "kadal". Penting untuk dipahami bahwa dalam bahasa Inggris, lizard adalah istilah payung yang mencakup berbagai spesies, mulai dari cecak, tokek, hingga iguana. Oleh karena itu, saat menerjemahkan ke bahasa Indonesia, Anda harus menyesuaikan apakah konteksnya merujuk pada kelompok hewan secara umum atau spesies spesifik.
Nuansa Metaforis dan Konotasi
Selain makna biologisnya, lizard sering digunakan secara metaforis untuk menggambarkan sifat manusia. Ketika seseorang disebut memiliki kepribadian seperti lizard, ini membawa konotasi negatif yang merujuk pada "orang yang dingin". Hal ini menggambarkan seseorang yang tidak memiliki empati, tidak berperasaan, atau sangat penuh perhitungan dalam tindakannya, mirip dengan hewan berdarah dingin.
Contoh penggunaan fisik: The lizard basked in the sun (Kadal itu berjemur di bawah sinar matahari).
Contoh penggunaan metaforis: He is a cold lizard in the boardroom (Dia adalah orang yang dingin di ruang rapat).
Perbedaan dengan Reptil Lain
Pembelajar bahasa Inggris sering kali tertukar antara lizard dengan snake (ular) atau crocodile (buaya). Meskipun ketiganya adalah reptil, lizard secara spesifik merujuk pada hewan yang umumnya memiliki kaki dan kelopak mata yang dapat bergerak, berbeda dengan ular yang tidak berkaki atau buaya yang memiliki struktur tubuh jauh lebih besar dan habitat yang berbeda.
Secara tata bahasa, lizard adalah kata benda yang dapat dihitung (countable noun), sehingga memerlukan artikel seperti a atau the, dan memiliki bentuk jamak lizards.
Meanings
Reptil dengan tubuh bersisik, biasanya memiliki empat kaki, ekor panjang, dan kelopak mata yang dapat bergerak
The gecko is a type of small lizard that can climb walls.
Tokek adalah jenis kadal kecil yang bisa memanjat dinding.
Seseorang yang dianggap dingin, penuh perhitungan, atau kurang memiliki emosi manusia, sering digunakan dalam arti menghina atau metaforis
He has the personality of a lizard, showing no empathy for anyone around him.
Dia memiliki kepribadian seperti kadal, tidak menunjukkan empati kepada siapa pun di sekitarnya.