lintel
lintel merujuk pada elemen struktural horizontal yang terletak di bagian atas bukaan seperti pintu, jendela, atau cerobong asap. Fungsi utamanya adalah untuk menopang beban dari dinding atau struktur yang berada tepat di atasnya agar bukaan tersebut tidak runtuh.
Nuansa Penggunaan dan Konteks
Dalam bahasa Indonesia, istilah ini sering diterjemahkan sebagai ambang pintu atau ambang jendela, namun perlu diperhatikan bahwa lintel secara spesifik merujuk pada bagian atas. Hal ini berbeda dengan sill yang merujuk pada ambang bagian bawah.
Penggunaan kata ini sangat umum dalam bidang arsitektur dan konstruksi. Jika Anda berbicara tentang desain rumah tradisional atau bangunan bersejarah, lintel mungkin berupa balok kayu atau batu besar. Namun, dalam konstruksi modern, lintel biasanya berupa beton bertulang atau baja yang tersembunyi di dalam dinding.
Perbedaan dengan Istilah Terkait
Sering terjadi kerancuan antara lintel dengan beam (balok). Meskipun keduanya adalah elemen horizontal yang menopang beban, beam adalah istilah umum untuk semua balok struktural dalam bangunan, sedangkan lintel adalah jenis balok spesifik yang hanya digunakan untuk menutup bukaan.
Benar: Menggunakan lintel saat membahas bagian atas kusen pintu.
Kurang Tepat: Menggunakan lintel untuk menyebut balok penyangga utama di langit-langit gedung (gunakan beam).
Meanings
Balok horizontal yang membentang di antara dua penyangga vertikal, seperti pintu atau jendela, untuk menopang beban dinding di atasnya
"The stone lintel above the doorway was carved with intricate patterns."
Ambang pintu batu di atas pintu masuk itu diukir dengan pola bunga yang rumit.
Anggota struktural dalam konstruksi bangunan yang menopang beban dinding di atas sebuah bukaan, sering kali terbuat dari baja, beton, atau kayu
Kontraktor memasang lintel beton bertulang untuk memastikan bukaan jendela yang lebar tetap stabil.