ladder
Kata ladder merujuk pada alat pemanjat yang memiliki anak tangga. Bagi penutur bahasa Indonesia, hal terpenting adalah membedakan antara ladder dan stairs. Meskipun keduanya diterjemahkan sebagai "tangga", keduanya memiliki fungsi dan struktur yang sangat berbeda.Ladder adalah alat yang biasanya bisa dipindahkan (portabel) atau disandarkan pada dinding, sedangkan stairs adalah struktur permanen yang dibangun menyatu dengan bangunan. Kesalahan umum adalah menggunakan ladder untuk merujuk pada tangga rumah, yang seharusnya menggunakan stairs atau staircase.
Penggunaan Metaforis
Selain makna fisik, ladder sering digunakan secara kiasan untuk menggambarkan kemajuan bertahap dalam hierarki sosial atau profesional. Istilah yang paling umum adalah corporate ladder (tangga korporat), yang menggambarkan proses kenaikan jabatan di sebuah perusahaan.
Benar: He is climbing the corporate ladder. (Dia sedang meniti karier/naik jabatan di perusahaan.)
Salah: He is climbing the corporate stairs. (Penggunaan stairs di sini tidak tepat karena tidak ada konsep "tangga permanen" dalam hierarki jabatan.)
Konteks Khusus dan Kolokasi
Dalam konteks pakaian, khususnya stoking atau kaus kaki nilon, ladder digunakan untuk menggambarkan robekan garis vertikal yang memanjang (sering disebut "brondong" atau "terurai" dalam bahasa Indonesia). Dalam konteks ini, ladder bukan berarti alat pemanjat, melainkan pola kerusakan kain yang menyerupai anak tangga.
Secara tata bahasa, ladder adalah kata benda yang dapat dihitung (countable noun), sehingga dapat digunakan dalam bentuk jamak ladders ketika merujuk pada lebih dari satu alat pemanjat.
Referencing the physical tool used for climbing or the metaphorical stages of a hierarchy.
Meanings
Alat dengan anak tangga atau struktur serupa tangga yang digunakan untuk memanjat ke atas atau turun ke bawah
He leaned the ladder against the wall to reach the roof.
Dia menyandarkan tangga itu ke dinding untuk mencapai atap.