dualistic
Kata dualistic digunakan untuk menggambarkan konsep di mana dua hal yang berbeda, sering kali saling berlawanan, eksis secara bersamaan atau membentuk satu kesatuan. Dalam konteks filsafat, kata ini sangat erat kaitannya dengan pemisahan antara materi dan jiwa, atau benar dan salah. Bagi penutur bahasa Indonesia, penting untuk memahami bahwa dualistic tidak sekadar berarti "dua" atau "ganda", melainkan merujuk pada sifat atau sistem yang terbagi menjadi dua prinsip dasar yang kontras.
Nuansa Makna dan Konteks Penggunaan
Perbedaan utama antara dualistic dengan kata seperti double atau dual adalah pada kedalaman konseptualnya. Sementara dual sering kali merujuk pada fungsi praktis (seperti dual purpose atau tujuan ganda), dualistic lebih sering digunakan dalam diskusi intelektual, teologis, atau struktural untuk menjelaskan sifat dasar dari sesuatu.
Contoh penggunaan yang tepat: a dualistic view of nature (pandangan dualistik tentang alam), yang menyiratkan adanya pertentangan antara dua kekuatan besar.
Contoh penggunaan yang kurang tepat: Menggunakan dualistic untuk menggambarkan benda fisik yang memiliki dua bagian sederhana, seperti a dualistic door (seharusnya menggunakan double door).
Perbandingan dengan Istilah Serupa
Dalam bahasa Inggris, terdapat perbedaan halus antara dualistic dan binary. Meskipun keduanya melibatkan angka dua, binary cenderung merujuk pada sistem klasifikasi yang kaku dan saling eksklusif (seperti kode biner 0 dan 1), sedangkan dualistic lebih menekankan pada interaksi atau ketegangan antara dua substansi atau sifat yang berbeda dalam satu sistem.
Secara tata bahasa, dualistic adalah kata sifat (adjective). Kata ini biasanya memodifikasi kata benda yang berkaitan dengan perspektif, keyakinan, atau struktur organisasi. Pastikan untuk tidak tertukar dengan kata benda dualism (dualisme), yang merujuk pada doktrin atau teori itu sendiri.
Meanings
Berkaitan dengan keyakinan bahwa alam semesta atau sistem tertentu terdiri dari dua prinsip atau substansi dasar yang sering kali saling berlawanan
"The philosopher argued for a dualistic view of the mind and body as separate entities."
Filsuf tersebut berargumen untuk pandangan dualistik tentang pikiran dan tubuh sebagai entitas yang terpisah.
Dicirikan oleh keberadaan dua bagian, sifat, atau elemen yang berbeda dalam satu entitas tunggal
Struktur perusahaan dualistik milik perusahaan tersebut memungkinkannya untuk beroperasi sebagai lembaga nirlaba sekaligus usaha komersial.