dogmatic
Kata dogmatic digunakan untuk menggambarkan seseorang atau suatu pernyataan yang memaksakan keyakinan atau opini pribadi seolah-olah itu adalah kebenaran mutlak yang tidak boleh dipertanyakan. Dalam bahasa Indonesia, kata ini sering diterjemahkan sebagai "dogmatis". Nuansa utama dari kata ini adalah ketidakterbukaan terhadap diskusi, kritik, atau bukti baru yang mungkin membantah keyakinan tersebut.
Berbeda dengan kata confident (percaya diri) yang menunjukkan keyakinan kuat namun tetap positif, dogmatic memiliki konotasi negatif. Kata ini menyiratkan sikap kaku, arogan, dan tidak fleksibel dalam berpikir. Seseorang yang dogmatic tidak hanya percaya bahwa mereka benar, tetapi mereka menuntut orang lain untuk menerima kebenaran tersebut tanpa syarat.
Perbedaan Nuansa dengan Kata Serupa
Sangat penting untuk membedakan dogmatic dari beberapa kata lain yang memiliki makna serupa namun berbeda konteks:
Opinionated: Kata ini menggambarkan seseorang yang memiliki pendapat kuat dan suka menyuarakannya. Namun, opinionated tidak selalu berarti orang tersebut menganggap pendapatnya sebagai hukum mutlak atau doktrin; mereka hanya sekadar keras kepala dengan pendapatnya.
Stubborn: Ini lebih merujuk pada sifat keras kepala secara umum dalam perilaku atau keputusan, sedangkan dogmatic secara spesifik berkaitan dengan sistem keyakinan, ideologi, atau teori.
Convicted: Merujuk pada keyakinan yang mendalam dan teguh, namun biasanya tidak membawa beban negatif berupa pemaksaan kepada orang lain seperti halnya dogmatic.
Konteks Penggunaan dan Contoh
Kata ini sering muncul dalam konteks debat intelektual, diskusi teologis, atau lingkungan politik di mana terjadi benturan ideologi. Penggunaannya biasanya bertujuan untuk mengkritik kurangnya keterbukaan pikiran seseorang.
Penggunaan yang tepat: The manager's dogmatic approach to leadership stifled any creative suggestions from the team. (Pendekatan manajer yang dogmatis dalam kepemimpinan membungkam segala saran kreatif dari tim.)
Penggunaan yang kurang tepat: Menggunakan dogmatic hanya untuk menggambarkan seseorang yang sangat yakin akan sesuatu tanpa ada unsur pemaksaan atau penolakan terhadap bukti. Jika seseorang hanya yakin, gunakanlah firm atau confident.
Secara tata bahasa, dogmatic adalah kata sifat (adjective) yang dapat digunakan sebelum kata benda atau setelah kata kerja penghubung (linking verb). Kata ini tidak memiliki bentuk jamak karena merupakan kata sifat, namun dapat diubah menjadi kata keterangan (adverb) menjadi dogmatically untuk menjelaskan bagaimana suatu tindakan dilakukan.
Meanings
Menyatakan keyakinan atau opini pribadi seolah-olah itu adalah kebenaran mutlak tanpa memberikan ruang untuk diskusi atau keraguan
The professor was so dogmatic in his views that he refused to consider any opposing evidence.
Profesor itu begitu dogmatis dalam pandangannya sehingga ia menolak untuk mempertimbangkan bukti apa pun yang berlawanan.