dejected
Kata dejected menggambarkan keadaan emosional seseorang yang merasa sangat sedih, putus asa, atau kehilangan semangat, terutama setelah mengalami kegagalan, penolakan, atau kekecewaan yang mendalam. Nuansa utamanya adalah perasaan "terpukul" yang membuat seseorang merasa tidak berdaya atau kehilangan kepercayaan diri.
Berbeda dengan sad yang merupakan istilah umum untuk kesedihan, dejected lebih spesifik merujuk pada kondisi mental yang menurun akibat suatu peristiwa negatif tertentu. Jika depressed sering kali merujuk pada kondisi klinis atau kesedihan jangka panjang yang berat, dejected lebih cenderung menggambarkan reaksi emosional sesaat atau jangka pendek terhadap sebuah kekalahan atau penolakan.
Perbedaan Nuansa dengan Kata Serupa
dejected vs disappointed: Seseorang yang disappointed (kecewa) mungkin masih memiliki semangat untuk mencoba lagi, tetapi seseorang yang dejected merasa benar-benar terpukul dan kehilangan harapan.
dejected vs miserable: miserable menggambarkan penderitaan yang sangat hebat secara umum, sementara dejected lebih terfokus pada rasa rendah diri dan keputusasaan setelah kegagalan.
Contoh penggunaan:
Benar: He looked dejected after his job application was rejected. (Dia tampak terpukul setelah lamaran kerjanya ditolak.)
Kurang tepat: I feel dejected because it is raining. (Dalam konteks ini, sad atau annoyed lebih tepat karena hujan biasanya tidak menyebabkan rasa putus asa yang mendalam seperti kegagalan hidup.)
Konteks Penggunaan dan Tata Bahasa
Kata ini hampir selalu digunakan sebagai kata sifat (adjective) untuk mendeskripsikan perasaan seseorang atau penampilan fisik mereka yang menunjukkan kesedihan (seperti bahu yang lunglai atau wajah yang muram). Dalam bahasa Inggris, kata ini sering dipasangkan dengan kata kerja seperti look (tampak) atau feel (merasa).
Contoh: She felt utterly dejected. (Dia merasa benar-benar terpukul.)
Contoh: A dejected expression on his face. (Ekspresi terpukul di wajahnya.)
Meanings
Merasa sedih, depresi, atau putus asa, biasanya karena kekecewaan atau kegagalan
He looked utterly dejected after losing the final match.
Dia tampak sangat terpukul setelah kalah dalam pertandingan final.