continual
Kata continual digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang terjadi berulang kali dalam jangka waktu tertentu. Meskipun terjadi sering, ada jeda singkat di antara setiap kejadian tersebut. Kata ini sering kali membawa konotasi negatif, terutama ketika hal yang terjadi tersebut bersifat mengganggu, menjengkelkan, atau menunjukkan kegigihan yang tidak diinginkan.
Perbedaan Nuansa dengan Kata Serupa
Kesalahan umum bagi penutur bahasa Indonesia adalah menyamakan continual dengan continuous. Meskipun keduanya sering diterjemahkan sebagai "terus-menerus", terdapat perbedaan konseptual yang sangat penting dalam bahasa Inggris:
continual merujuk pada kejadian yang terputus-putus namun berulang (berulang kali). Contohnya, gangguan telepon yang terjadi berkali-kali sepanjang hari.
continuous merujuk pada sesuatu yang tidak terputus sama sekali tanpa jeda (tanpa henti). Contohnya, aliran air sungai yang mengalir tanpa putus.
Sebagai contoh, jika Anda mengatakan continual noise, itu berarti suara bising yang muncul hilang, lalu muncul lagi. Namun, jika Anda mengatakan continuous noise, itu berarti suara bising yang berdengung tanpa henti sedetik pun.
Konteks Penggunaan dan Contoh
Dalam penggunaan praktis, continual sering dipasangkan dengan kata benda yang menunjukkan gangguan atau upaya yang melelahkan.
Benar: continual interruptions (gangguan yang terus-menerus/berulang kali).
Benar: continual complaints (keluhan yang terus-menerus/berulang kali).
Secara tata bahasa, continual adalah kata sifat yang memodifikasi kata benda. Pastikan untuk tidak menggunakan kata ini jika Anda ingin menggambarkan proses yang benar-benar linear dan tidak terputus, karena hal itu akan menyebabkan kerancuan makna bagi penutur asli bahasa Inggris.
Meanings
Terjadi secara sering dan berulang kali dalam jangka waktu tertentu, sering kali dengan cara yang menjengkelkan atau gigih
The continual interruptions made it impossible to focus on the report.
Gangguan yang terus-menerus membuat fokus pada laporan tersebut menjadi mustahil.