complacency
complacency merujuk pada perasaan puas diri yang berbahaya karena seseorang merasa sudah cukup sukses atau aman, sehingga mereka berhenti berusaha atau mengabaikan potensi risiko. Dalam bahasa Indonesia, kata ini sering diterjemahkan sebagai "puas diri", namun nuansanya jauh lebih negatif daripada sekadar merasa puas. Ada unsur kelalaian atau kebutaan terhadap ancaman yang mengintai akibat rasa percaya diri yang berlebihan.
Nuansa Makna dan Perbandingan
Berbeda dengan satisfaction yang merupakan perasaan positif setelah mencapai sesuatu, complacency membawa konotasi negatif. Jika satisfaction adalah hasil akhir yang menyenangkan, complacency adalah jebakan mental yang membuat seseorang menjadi stagnan.
satisfaction: Merasa senang karena kebutuhan atau keinginan terpenuhi (positif).
complacency: Merasa terlalu nyaman sehingga menjadi lengah atau tidak kritis terhadap situasi (negatif).
Konteks Penggunaan dan Kesalahan Umum
Kata ini sering digunakan dalam konteks bisnis, keselamatan kerja, atau pengembangan diri untuk memperingatkan seseorang agar tidak terjebak dalam zona nyaman. Kesalahan umum bagi pembelajar bahasa Inggris adalah menggunakan kata ini untuk memuji seseorang yang merasa puas dengan hidupnya. Ingatlah bahwa complacency hampir selalu dikaitkan dengan kegagalan yang akan datang atau kurangnya kewaspadaan.
Benar: The team's complacency led to their defeat (Sikap puas diri tim tersebut menyebabkan kekalahan mereka).
Salah: I feel a sense of complacency after winning the prize (Gunakan satisfaction atau contentment dalam konteks ini).
Secara tata bahasa, kata ini adalah kata benda tidak terhitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dalam bentuk jamak.
Meanings
Perasaan puas yang berlebihan atau tidak kritis terhadap diri sendiri atau pencapaian seseorang, sering kali disertai dengan ketidaksadaran akan bahaya atau kekurangan yang sebenarnya
"The company's complacency led to a failure to innovate, allowing competitors to seize the market."
Sikap puas diri perusahaan tersebut menyebabkan kegagalan dalam berinovasi, sehingga memungkinkan pesaing untuk menguasai pasar.
Keadaan merasa puas atau senang dengan segala sesuatu sebagaimana adanya, biasanya hingga mencapai tahap yang merugikan
"There is a dangerous level of complacency among the public regarding the risks of climate change."
Terdapat tingkat sikap masa bodoh yang berbahaya di kalangan masyarakat terkait risiko perubahan iklim.