colloid
colloid adalah istilah teknis dalam kimia yang merujuk pada campuran heterogen di mana partikel-partikel kecil dari satu zat tersebar merata di dalam zat lain. Bagi penutur bahasa Indonesia, kata ini sangat mirip dengan kata serapan "koloid" yang digunakan dalam buku teks sains. Perbedaan utamanya terletak pada penggunaannya sebagai kata benda (colloid) dan kata sifat (colloidal).
Nuansa Penggunaan dan Konteks
Dalam konteks ilmiah, colloid digunakan untuk mendeskripsikan sistem fisik seperti susu, kabut, atau gel, di mana partikelnya terlalu besar untuk larut sepenuhnya tetapi terlalu kecil untuk mengendap. Penting untuk membedakan antara colloid dengan solution (larutan) dan suspension (suspensi). Larutan bersifat homogen sepenuhnya, sedangkan suspensi memiliki partikel yang akan mengendap seiring waktu, sementara colloid berada di tengah-tengah keduanya.
Contoh penggunaan benar: The milk is a classic example of a colloid (Susu adalah contoh klasik dari koloid).
Contoh penggunaan benar: Colloidal silver is used in some medical applications (Perak koloidal digunakan dalam beberapa aplikasi medis).
Perbedaan Istilah Terkait
Pengguna bahasa Indonesia perlu memperhatikan bentuk kata yang digunakan. Jika Anda ingin mendeskripsikan sifat dari zat tersebut, gunakan bentuk adjektiva colloidal (koloidal), bukan kata benda colloid. Selain itu, dalam bahasa Inggris, proses mengubah zat menjadi koloid disebut dengan kata kerja colloidize (mengkoloidkan), yang jarang ditemukan dalam percakapan sehari-hari namun umum dalam jurnal penelitian kimia.
Meanings
Zat yang terdiri dari partikel mikroskopis dari satu zat yang terdispersi melalui zat lain
"The chemist studied the stability of the gold colloid."
Ahli kimia itu mempelajari stabilitas koloid emas di bawah suhu yang berbeda.
Berhubungan dengan atau terdiri dari koloid
"The mixture formed a colloidal suspension that resisted settling."
Sistem koloidal sangat penting dalam produksi banyak obat-obatan dan kosmetik.
Mengubah suatu zat menjadi keadaan koloid
Proses ini dirancang untuk mengkoloidkan polimer agar distribusi dalam pelarut menjadi lebih baik.