bystander
Kata bystander merujuk pada seseorang yang berada di lokasi kejadian tetapi tidak terlibat secara aktif dalam peristiwa tersebut. Dalam bahasa Indonesia, kata ini memiliki dua nuansa utama tergantung pada konteks situasinya.
Nuansa Penggunaan
Secara netral, bystander sering diterjemahkan sebagai saksi mata, yaitu orang yang kebetulan melihat suatu kejadian. Namun, dalam konteks sosial atau psikologis, kata ini sering membawa konotasi negatif yang merujuk pada sikap apatis. Hal ini berkaitan dengan fenomena bystander effect, di mana seseorang memilih untuk tidak menolong korban karena menganggap orang lain akan melakukannya.
Perbedaan antara bystander dan witness adalah bahwa witness lebih menekankan pada peran seseorang sebagai pemberi keterangan atau bukti (saksi), sedangkan bystander lebih menekankan pada posisi fisik seseorang yang hanya berdiri di samping atau berada di sekitar kejadian tanpa melakukan tindakan apa pun.
Contoh Penggunaan
Konteks Netral: An innocent bystander was injured in the crossfire (Seorang warga sekitar yang tidak bersalah terluka dalam baku tembak).
Konteks Negatif: Don't just be a bystander; help the person in need (Jangan hanya menjadi penonton pasif; bantulah orang yang membutuhkan).
Secara tata bahasa, kata ini adalah kata benda terhitung (countable noun), sehingga dapat digunakan dalam bentuk tunggal maupun jamak.
Meanings
Seseorang yang hadir di suatu peristiwa atau kejadian tetapi tidak ikut serta di dalamnya
"The police interviewed several bystanders who had witnessed the accident."
Polisi sedang menginterogasi seorang saksi mata yang melihat kecelakaan tersebut.
Seseorang yang mengamati suatu situasi tanpa campur tangan atau menawarkan bantuan, meskipun sering kali memiliki kemampuan untuk melakukannya
Banyak orang hanya menjadi penonton pasif saat pertengkaran itu memuncak menjadi perkelahian.