arson
arson merujuk pada tindakan kriminal yang sangat spesifik, yaitu pembakaran properti secara sengaja dan melanggar hukum. Dalam bahasa Indonesia, kata ini paling tepat diterjemahkan sebagai pembakaran sengaja. Penting untuk dipahami bahwa arson bukan sekadar kebakaran yang tidak disengaja, melainkan sebuah kejahatan yang melibatkan niat jahat atau motif tertentu, seperti penipuan asuransi atau balas dendam.
Nuansa Penggunaan dan Konteks
Kata ini hampir selalu digunakan dalam konteks hukum, kepolisian, atau berita kriminal. Berbeda dengan kata fire yang bersifat umum untuk menyebut api atau kebakaran, arson menekankan pada aspek legalitas dan kriminalitasnya. Jika Anda ingin mengatakan bahwa seseorang membakar sesuatu secara sengaja tanpa menggunakan istilah hukum, Anda bisa menggunakan frasa set fire to atau burn down.
Contoh penggunaan tepat: The investigators concluded that the warehouse fire was a case of arson. (Penyidik menyimpulkan bahwa kebakaran gudang tersebut adalah kasus pembakaran sengaja.)
Contoh penggunaan tidak tepat: The forest fire was caused by arson. (Jika kebakaran hutan terjadi secara alami karena cuaca panas, maka penggunaan arson salah karena tidak ada unsur kesengajaan kriminal.)
Perbedaan dengan Istilah Terkait
Dalam bahasa Inggris, terdapat perbedaan antara arson dan pyromania. arson adalah istilah hukum untuk tindakannya (kejahatan), sedangkan pyromania adalah istilah psikologis untuk gangguan impulsif di mana seseorang merasa terdorong untuk menyalakan api tanpa motif keuntungan materi atau dendam. Oleh karena itu, jangan menggunakan arson untuk mendeskripsikan kondisi medis atau psikologis seseorang.
Secara tata bahasa, arson adalah kata benda yang tidak dapat dihitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dalam bentuk jamak seperti arsons.
Meanings
Tindakan kriminal berupa pembakaran bangunan, kendaraan, atau properti lainnya secara sengaja dan jahat
"The defendant was charged with first-degree arson after the warehouse burned down."
Terdakwa didakwa dengan pembakaran sengaja tingkat pertama setelah gudang tersebut terbakar habis.